web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Saturday, 18 March 2017

TIMNAS U 22 APAKAH SUDAH SIAP ?

LAGA UJI COBA TIMNAS INDONESIA VS MYANMAR

Pelatih anyar Timnas U 22 Luis Milla dari Spanyol mungkin belum begitu di kenal oleh kebanyakan pencinta sepak bola Nasional, yah memang masih terasa asing, mantan pemain belakang yang mencoba menunggangi Timnas kita mestinya telah mengusung gaya tersendiri di banding pelatih-pelatih Timnas yang terdahulu, kita akan mencoba mengamati nanti pada tanggal 21 Maret 2017 sebagai agenda FIFA dalam lag uji coba kontra tim sepak boal Myanmar , di Stadion Pakan sari Bogor.
Punggawa timans di isi oleh mayoritas jebolan U-19 yang dahulu dilatih oleh Indra Safri, yang sempat memukau dan menampilkan sepak bola ala Barcelona taka tiki, tapi bung Indra Safri mengistilahkan panjang-pendek,namun apakah gaya itu akan tetap diperagakan dalam dalam pertandingan nanti coba kita amati.
Kita tahu para pemain Myanmar sekarang bukanlah tim sembarangan, selalu tampil ngotot, tidak pernah kenal lelah, mestinya mereka juga sudah hafal betul gaya permainan Timnas kita, demikian juga para pemain kita juga sudah sering bertemu dengan Myanmar baik dalam ajang kejuaraan maupun persahabatan, tinggal bagaimana pelatih Luis Milla apakah mampu merubah pola bermain Timans kita atau Tidak.
Beberapa lalu sempat muncil di media bahwa Luis sempat bingung untuk menentuka skuad inti karena pemain yang direkrut bagus semua, namun menurut pendapat saya mestinya kalau semua pemain bagus justru sangat mudah untuk menentukan pemain inti, jangan-jangan itu hanay sebuah sindiran kalau pemain kita justru tidak bagus semua.
OK, kita boleh pesimis, kita dukung Timnas kita nantinya, pelatih harus benar-benar jeli dalam mengatur strategi, dengan kondisi para pemain Indonesia, dia harus bisa membangkitkan sepak bola Nasional sejajar dengan tim sepakbola dari eropa yang nota bene memiliki peringkat di atas tim-tim Asia.
Tentunya dengan adanya pelatih asing dari Eropa, diharapkan pola pembinaan, pelatihan harus selevel tim Eropa sehingga ke depanya bisa bersaing di kancah Internasional, namun apabila hanya begitu-begitu saja, mungkin cukup ditnagani pelatih dalam negeri.

Post a Comment