web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Tuesday, 22 November 2016

SEPAK BOLA TIMNAS HANYA MAIN IMBANG DENGAN TIMNAS PHILIPINE

POSISI JURU KUNCI TIMNAS SANGAT TIPIS HARAPAN UNTUK LOLOS

Harapan seluruh pecinta sepak bola tanah air sebelum perhelatan melawan Timnas Philipne bahwa Indonesia akan menang, namun seperti analisa saya sebelumnya, bahwa Philipine sekarang bukanlah tim 110 tahu yang lalu, benar saja setelah Philipine melakukan proses naturalisasi kemajuan sepakbola Philipine sangatlah pesat, permainan teknik tinggi dipergakan, ini sebenarnya sudah mulai nampak saat Piala AFF digelar 4 tahun lalu, walaupun saat itu kalah dengan Indonesia, namun sudah dapat dibaca bahwa tim ini akan menjadi bagus 4 tahun kemudian, terbukti tadi malam saat melawan Timans Indonesia, koordinasi penyerangan dan pertahanan sangat rapi, kompak, dengan variasi serangan dari kanan maupun kiri, juga kecepatan bermain perlu diacungi jempul, sehingga Timnas Indonesia keteteran.
Sebenarnya permainan Timnas Indonesia tidaklah jelek di awal-awal pertandingan, dengan kombinasi Boaz Salosa, Andik Firmansyah dan Evan Dimas yang dimasukan dari awal sungguh hidup permainanya, sehingga bisa lbih unggul terlebih dahulu bahkan sempat memimpin 1-0 kemudian disamakan kedudukan menjadi 1-1, namun Indonesia bangkit lagi dengan serangan Andik firmansyah yang tendanganya sempat membentur tiang gawang dua kali, akhirnya Boaz Salosa mamu memanfaatkan bola rebound dari tendangan Andik Firmansyah, sehingga menjadikan kedudukan 2-1, sayang sekali, kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna, lagi-lagi kurangnya koordinasi pemain belakang, juga tidak lepas kesalahan keputusan pelatih untuk menarik Andik Firmansyah digantikan Zulham, memang sepertinya kondisi Andik Firmansyah sepertinya sudah kelelahan namun sebenarnya belumlah terlalu parah, dan hal yang membuat sedih dengan cederanya Evan Dimas yang terpaksa harus diganti.
Namun yang menyakitkan adalah pelanggaran yang dilakukan oleh Zulham yang sebenarnya tidak perlu menjatuhkan lawan di daerah yang sangat berbahaya, dan benar ini menjadikan petaka bagi Indonesia, sehingga dengan jarak yang ideal tendangan Younghusbend ( Suami muda ) mempu mengecoh penjaga gawang Kurnia Mega, seperti yang telah saya ulas sebelumnya, Kurnia Mega sebenarnya sering salah dalam antisipasi bola, namun mengapa masih saja dijadikan penjaga gawang utama, sangta jelas saat ambil posisi pada waktu tendangan bebas Kurnia mega terlalu jauh ke tiang jauh dan ini bisa dibaca lawan, legian benteng pagar betis juga tidak bereaksi saat bola di tendang, tidak ada usaha untuk meloncat menghalau bola.
Hal yang harus diperhatikan oleh Pelatih adalah koordinasi antar pemain, dimana saat pemain lawan sedang menggendalikan permainan, spertinya para pemain Indonesia hanya menonton, terpaku,tidak bisa membaca pergerakan pemain lawan, selalau terlambat untuk mengcover, dan membiarkan pemain lawan berimprovisasi, juga didukung oleh sering salahnya passing para pemain Indonesia.
Mungkinkah Timnas Indonesia bisa melanjutkan langkah ke Semi final bahkan Final ? kalau berpacu pada falsafah " BOLA ITU BUNDAR" semua serba mungkin namuan tentunya ada syaratnya yang sangat berat yaitu harus menang dengan Singapura dan Philipine harus kalah dengan Thailand, tentunya ini tidaklah mudah karena Philipina bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari penonton tuan rumah.
Namun tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa Juara, karena pertejadi dalam perhelatan piala dunia sebuah tim yang awalanya terseok-seok di babak penyisishan, bahkan sampai dilakukan play off dan saat saat putaran final juga tidak meyakinkan nyatanya justru malah bisa juara, semoga saja Timnas Indonesia di ajang AFF ini demikian juga. Amiin.