web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Wednesday, 6 January 2016

PANTAI---LIBURAN ALTERNATIF DI PARANGTRITIS

PANTAI PARANG TRTIS SEBAGAI ALTERNITIF LIBURAN

Setiap hari selalu bangun pagi, berkemas-kemas berangkat kerja dari jam 7.00 harus sudah keluar rumah menuju kantor, terasa penat dalam perjalanan karena begitu banyaknya mobil-mobil pribadi maupun sepeda motor, yang memenuhi jalanan, sehingga timbul kemacetan, semua dalam satu tujuan untuk berangkat mengais rezeqi di bidangnya masing-masing.
Demikian juga disore bahkan waktu senja, mobil-mobil dan sepeda motor denga arah berlawanan ketika pagi hari, beriring-iringan meninggalkan kantor menuju rumah masing-masing demi berkumpul keluarga  dan beristirahat, namun terasa sangat lelah dan stress karena macetnya perjalanan, ini merupakan kegiatan rutinitas saban hari kerja antara Senin sampai Jum'at di kota-kota besar.
Tentunya hal ini akan mengakibatkan kondisi mental yang stress akan sangat mempengaruhi daya tahan dan tak ayal akan menyebabkan beberapa penyakit, lebih-lebih polusi udara yang disemburkan oleh knalpot-knalpot kendaraan setiap harinya.
Maka dari itu kita sebagai makhluk sosial perlu menyeimbangkan pola kehidupan dengan cara menyegarkan diri, seperti peristiwa libur nasional kemarin dari tanggal 24 Desember 2015 sd 03 Januari 2016, waktu tersebut sangatlah dimanfaatkan oleh orang-orang yang benar-benar memerlukan refreshing, tak ayal tempat-tempat rekreasi banyak dikunjungi salah satu contoh adalah Pantai Parangtritis di Ygyakarta.
Pantai yang terletak di selatan Kota Yogyakarta yang berjarak kira-kira 23 km dari Kota tersebut, ternyata sangatlah eksotis, dengan hamparan pasir pantai yang landai elusan angin, dan gelombang yang tidak terlalu ganas, menjadikan wahana bermain bagi keluarga, remaja maupun anak-anak, bisa bermain pasir, berenang di laut, namun selalu saja harus memperhatikan petunjuk-petunjuk dan rambu-rambu oleh Tim SAR yang tak henti-henti selalu mengingatkan para pengunjung yang terlalu jauh dari bibir pantai, semua itu demi keselamatan bersama.
Saat tangal 1 kebetulan kami menyempatkan berkunjung ke pantai tersebut setelah solat jum'at dan sampai di tempat tujuan sekitar pukul 14.00, pengunjung belum begitu ramai, namun setelah waktu asar, pengunjung makin membeludak, sampai saat magribpun masih banyak berdatangan, sampai-sampai tidak lagi tempat parkir di sepanjang bibir pantai tersebut, diperkirakan pengunjung mencapai 500 ribuan


Memang pantai tersebut cukup terkenal, terutama bagi masyarakat Yogyakarta, sejak saya kecil diwaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar saat liburan, pantai tersebut menjadi tujuan utama.
Mengapa pantai tersebut banyak dikunjungi ? karena pantainya landai, gelombang tidak terlalu besar, sehingga banyak anak-anak yang dengan riang bisa mandi dan bermain pasir dengan terpaan ombak, namun tetap saja harus waspada, karena kadang anak-anak kalau lepas dari pengawasan suka menuju ke tengah, memang kadang mengherankan, mengapa saat kita bermain di pantai selalu saja ada keinginan untuk menuju tengah, seolah-olah ingin menantang ombak untuk menggulun kita.
Sebenarnya disekitar pantai tersebut juag terdapat wahan bermain, bahkan ada permandian air panas juga yang terkenal dengan sebutan parangwedang, konon permandian ini ceritanya tempat permandian para raja Yogyakarta.