web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Friday, 25 November 2016

OH.. No..OH.. Yes....Akhirnya lega juga....

MEMBUAT TEGANG

Seluruh pecinta sepak bola Indomesia kemarin pagi, sudah menungu-nunggu dengan harap-harap cemas pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Singapura, karena itu merupakan perjuangan hidup mati, untuk lolos atau harus angkat koper, lebih-lebih kesebelasan Singapore mempunyai sejarah bagus saat melawan Indonesia, namun apabila dilihat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya sebenarnya secara kualitas pemain Indonesia tidaklah kalah dengan Singapura, hanya saja karena bola itu bundar, apabila tidak fokus maka akan tergelincir.
Pada waktunya tiba pukul 19.00 saat bola digulirkan jantung terasa ingin copot, sebenarnya serangan Indonesia cukup rapi, bahkan sempat mengancam gawang Singapura, tidak seperti pertandingan sebelumnya, namun terasa sesak disaat pemain senior singapura khairul Amri melaukan goal indah dengan salto yang tidak bisa diantisipasi oleh penjaga gawang Kurnia Mega.
Goal tercipta lagi-lagi karena para pemain belakang tidak bisa mengantisipasi pergerakan lawan, mereka hanya fokus ke bola, ini yang benar-benar menjadi PR pelatih Alfred Riedle apabila Tim Indonesai ingin menjuarai turnamen piala AFF.
Memang dalam pertandingan tersebut Kurnia Mega mamapu menyelamatkan gawang paling 3 kali penyelamatan, namun secara statistik penampilanya tidak baik, selalu salah dalam antisipasi sehingga 3 kali pertandingan telah kebobolan 7 goal... jelas itu merupakan pertanda bahwa penampilanya tidak bagus ditunjang koordainasi pemain belakang, bahkan Yanto Basna sering melakukan pelanggaran yang tidak perlu.
Namun permainan Indonesia mulai berkembang dibabak ke dua, sudah bisa menekan pertahanan Singapura, karena penampilan penjaga gawang Singapura mampu menyelamatkan gawangnya dari serangan-serangan Indonesia yang tertumpu pada mobilitas Boaz Salosa, pada menit ke 62 sebuh umpan silang terukur dapat dimanfaatkan secara baik oleh Andik Fimansyah dengan tendangan voly first time, sehingga membuat kedudukan imbang 1-1 kirannya dengan kedudukan ini singapura mencoba keluar untuk memberi tekanan, dan alhasil itu sangat membahayakan pertahanan Indonesia, untung saja beberapa percobaan masih bisa terselamatkan, sepertinya Singapura sudah mulai frustasi dan lengah, dengan serangan balik Boaz salosa menusuk ke jantung pertahanan lawan, dapat melakukan umpan silang yang tidak bisa dihalau oleh pemain belakang ke kotak pinalti, Lilypali yang muncul tiba-tiba dari belakang tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan tendangan voly yang terukur.... mampu menjebol gawanag Singapura dan.... Goal..Gooooaallll.... Gooaalllllllll.... legalah seluruh pencinta sepak bola tanah air...tinggal menatap semifinal siapa yang akan menjadi lawan berikutmya, namun sebuah catatn pelatih harus memperhatikan dan membenahi pemain belakang.

 

Thursday, 24 November 2016

GENTING.. GAWAT.. TIDAK MUDAH INDONESIA

POSISI INDONESIA YANG MENGKHAWATIRKAN DI PIALA AFF

Dua kali melakukan pertandingan belum pernah menang, bahkan di awal sudah harus digunduli Thailand 2-4, pada pertandingan ke dua saat melawan tuan rumah Philipine yang diharapkan bisa meraih kemenangan karena belajar dari sejarah Indonesia selalu menang dengan Philipine, nyatanya hanya bisa bermain imbang, dan ini tidak lepas dari koordinasi para pemain belakang yang masih lemah, ditunjang kualitas Kurinia mega yang sudah jauh menurun.
Dengan kondisi yang terseok-seok bahkan saat ini menduduki juru kunci group, masihkan ada harapan untuk melaju ke final ?
Semua kemungkinan dan kesempatan selalu ada, tinggal bagaimana perjuangan dan nasib yang telah digariskan, karena posisinya sangatlah genting, jelas diujung tanduk,seandainya bisa menang juga belum tentu lolos kalau Philipine bisa mengalahkan Thailand, namun apabila Thailand bisa mengalahkan philipine atau bermain imbang maka Indonesia bisa lolos menjadi runner up.
Menengok dari susunan pemain saat melawan Philipine babak pertama mestinya bisa memenangkan pertandingan melawan Singapura, namun keputusan pelatih sangat berpengaruh nyatanya saat keputusan menarik keluar Andi Firmansyah, dengan diganti Zulham , Philipine begitu leluasa menyerang pertahanan Indonesia sehingga menyebabkan terjadinya pelanggaran yang sangat dekat dengan gawang, dan bissa dikonversikan menjadi goal untuk penyama kedudukan.
Sangat disayangkan, saat menghadapi Singapura para pemain pilar seperti Evan Dimas, Lilipaly diragukan tampil karena cidera saat melawan philipine, namun tidak boleh putus asa, harus berusaha semaksimal mungkin, hanya perlu meanjadi perhatian mestinya penjaga gawang perlu di ganti.

Tuesday, 22 November 2016

SEPAK BOLA TIMNAS HANYA MAIN IMBANG DENGAN TIMNAS PHILIPINE

POSISI JURU KUNCI TIMNAS SANGAT TIPIS HARAPAN UNTUK LOLOS

Harapan seluruh pecinta sepak bola tanah air sebelum perhelatan melawan Timnas Philipne bahwa Indonesia akan menang, namun seperti analisa saya sebelumnya, bahwa Philipine sekarang bukanlah tim 110 tahu yang lalu, benar saja setelah Philipine melakukan proses naturalisasi kemajuan sepakbola Philipine sangatlah pesat, permainan teknik tinggi dipergakan, ini sebenarnya sudah mulai nampak saat Piala AFF digelar 4 tahun lalu, walaupun saat itu kalah dengan Indonesia, namun sudah dapat dibaca bahwa tim ini akan menjadi bagus 4 tahun kemudian, terbukti tadi malam saat melawan Timans Indonesia, koordinasi penyerangan dan pertahanan sangat rapi, kompak, dengan variasi serangan dari kanan maupun kiri, juga kecepatan bermain perlu diacungi jempul, sehingga Timnas Indonesia keteteran.
Sebenarnya permainan Timnas Indonesia tidaklah jelek di awal-awal pertandingan, dengan kombinasi Boaz Salosa, Andik Firmansyah dan Evan Dimas yang dimasukan dari awal sungguh hidup permainanya, sehingga bisa lbih unggul terlebih dahulu bahkan sempat memimpin 1-0 kemudian disamakan kedudukan menjadi 1-1, namun Indonesia bangkit lagi dengan serangan Andik firmansyah yang tendanganya sempat membentur tiang gawang dua kali, akhirnya Boaz Salosa mamu memanfaatkan bola rebound dari tendangan Andik Firmansyah, sehingga menjadikan kedudukan 2-1, sayang sekali, kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya sirna, lagi-lagi kurangnya koordinasi pemain belakang, juga tidak lepas kesalahan keputusan pelatih untuk menarik Andik Firmansyah digantikan Zulham, memang sepertinya kondisi Andik Firmansyah sepertinya sudah kelelahan namun sebenarnya belumlah terlalu parah, dan hal yang membuat sedih dengan cederanya Evan Dimas yang terpaksa harus diganti.
Namun yang menyakitkan adalah pelanggaran yang dilakukan oleh Zulham yang sebenarnya tidak perlu menjatuhkan lawan di daerah yang sangat berbahaya, dan benar ini menjadikan petaka bagi Indonesia, sehingga dengan jarak yang ideal tendangan Younghusbend ( Suami muda ) mempu mengecoh penjaga gawang Kurnia Mega, seperti yang telah saya ulas sebelumnya, Kurnia Mega sebenarnya sering salah dalam antisipasi bola, namun mengapa masih saja dijadikan penjaga gawang utama, sangta jelas saat ambil posisi pada waktu tendangan bebas Kurnia mega terlalu jauh ke tiang jauh dan ini bisa dibaca lawan, legian benteng pagar betis juga tidak bereaksi saat bola di tendang, tidak ada usaha untuk meloncat menghalau bola.
Hal yang harus diperhatikan oleh Pelatih adalah koordinasi antar pemain, dimana saat pemain lawan sedang menggendalikan permainan, spertinya para pemain Indonesia hanya menonton, terpaku,tidak bisa membaca pergerakan pemain lawan, selalau terlambat untuk mengcover, dan membiarkan pemain lawan berimprovisasi, juga didukung oleh sering salahnya passing para pemain Indonesia.
Mungkinkah Timnas Indonesia bisa melanjutkan langkah ke Semi final bahkan Final ? kalau berpacu pada falsafah " BOLA ITU BUNDAR" semua serba mungkin namuan tentunya ada syaratnya yang sangat berat yaitu harus menang dengan Singapura dan Philipine harus kalah dengan Thailand, tentunya ini tidaklah mudah karena Philipina bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari penonton tuan rumah.
Namun tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa Juara, karena pertejadi dalam perhelatan piala dunia sebuah tim yang awalanya terseok-seok di babak penyisishan, bahkan sampai dilakukan play off dan saat saat putaran final juga tidak meyakinkan nyatanya justru malah bisa juara, semoga saja Timnas Indonesia di ajang AFF ini demikian juga. Amiin.

Monday, 21 November 2016

TIMNAS AKHIRNYA DILIBAS THAILAND 2-4

TIMNAS INDONESIA AKHIRNYA BERTEKUK LUTU DENGAN THAILAND

Seperti yang telah kami ulas dalam artikel-artikel sebelumnya dan ternyata benar sesaui prediksi kami bahwa Timnas Indonesia akan bertekeuk lutut, walaupun di babak pertama permainan Indonesia mampu mengimbangi permainan Thailand namun tidak bisa dipungkiri bahwa hasil akhir itulah realitanya.
Dengan tidak adanya Irfan Bachdim serangan Inodnesia kurang mengigit, namuan sebenarnya kita sebagai pecinta sepak bola tanah air sempat punya asa dikala mampu menyamakan kedudukan 2-2, lagi-lagi foktor mental, konsentrasi pemainj belakang dan tengah sangat kurang padu, tidak bisa mengantisipasi bola-bola silah, tidak mampu membaca pergerkan lawan, sangat jelas sekali 2 goal pemenangan Thailand jelas-jelas kurang padunya dan kurang koordinasinya pemain belakang, lebih-lebih dengan penampilan penjaga gawang Kurnia mega yang tidak optimal, sebanarnya kami pecinta sepak bola sudah kuatir disaat Kurnia Mega diturunkan menjadi pilar terkhir Tim Indonesia, dia sudah sangat lamban, kurang antisipasi, juga tidak mampu membaca arah bola.

Apabila tidak ada perbaikan oleh Alfried Ridle tidak menutup kemungkinan Indonesia akan angkat koper dari babak awal, seharusnya Andi Firmansyah tidak perlu di ganti, karena dia bisa mengganggu konsentrasi lawan, mestinya yang Ideal Evan dimas dipasang sejak awal dan di padu dengan Andi Firmansyah, dan Boas Salosa, ini akan sangat mempengaruhi permainan team dan konsentasi lawan terpecah belah, sangat kelihatan saat Andi Firmansyah sepertinya Thailand sangat leluasa dalam melakukan koordinasi penyerangan ke jantung pertahanan Indonesia.

Mestinya pelatih bisa membaca betapa lemahnya bek kanan dan bek kiri, apabila sektor ini tidak diperbaiki, maka pertandingan ke depan sangat berat, karena Philipine mempunyai kemampuan untuk melakukan umpan-umpan silang.

Rencana pertandingan antara Indonesia VS Philipine akan disiarkan oleh RCTI pukul 19.00, tentunya seluruh warga negara Indonesia mengharpakan TIMNAS bisa meraih kemenangan.

Thursday, 17 November 2016

IRFAN BACHDIM ABSEN DI PIALA AFF BAGAIMANA DENGAN TIMAN KITA ?

IRFAN BACHDIM ABSEN DI PIALA AFF

Perhelatan piala AFF tidak lama lagi digelar, bahkan bisa dihitung dalam jam , yaitu 48 jam lagi, dari sekian uji coba yang telah dilakukan sudah bisa dianalisa bagaimana pola permainan dan kualitas Timnas Indonesia, sangat jelas lini pertahanan dan stamina pemain harus ada perbaikan, namun sangat disayangkan penyerang Irfan Bachdim tidak bisa dimainkan karena cedera, padahal selama uji Coba sangat jelas bahwa Irfan Bachdim bisa memberikan warna permainan, punay naluri mencetak gol yang tinggi dan bisa mengambil celah dalam memposisikan diri di depan gawang, memamng masih ada Boaz Salosa, Andik Firmansah, tapi akan lebih sempurna kalau Irfan Bachdim ada dalam skuad.
Tentunya dengan ketiadaan Irfan Bachdim seluruh pencita sepak bola nasional berharap-harap cemas, mampukah bersaing ? lebih-lebih Timnas  berada dalam group yang berisi tim-tim berkualitas tinggi.
Sepertinya PSSI telah melakukan naturalisasi pemain asing, namun sayang sebelum mereka bisa mengangkat persepakbolaan Indonesia kondisi carut marut PSSI yang menyebabkan dibekukannya sepak bola Indonesia olehj FIFA, menjadikan mereka tidak bisa bermain secara optimal di klub masing-masing, dan saat ini setelah pembekuan dicabut, mereka sudah terlanjur tua, kualitas permainanya jelas menurun karena tidak pernah bermain dalam kompetisi.
Dalam sepak bola memang resiko cedera sangat tinggi, mestinya ada team ahli penyembuhan yang benar-benar mumupuni sehingga cedera pemain cepat pulih dalam waktu singkat, seperti pemain luar negeri, setiap pemain cedera penanganan sangat cepat, sehingga sembuh lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.
Sementara di Indonesia,kadang belum diterpkan teknologi canggih dalam penanganan pemain yang cidera, sehingga menghambat pemain juga klub yang menaungi.

Monday, 14 November 2016

MEMPERBAIKI JAS HUJAN YANG ROBEK

CARA MEMPERBAIKI JAS HUJAN

Tidak seperti zaman saya masih kecil dahulu, antara musim kemarau dan penhujan bisa diprediksi, bahkan bisa ditentukan dengan berdasrkan bulan misal bulan september samapi bulan Februari adalah musim penghujan sedangkan bulan maret samapau Agustus adalah musim kemarau, sehingga para petani desa begitu meudah untuk mengatur mas tanam maupun masa panen padi maupun jagung.
Namun saat ini entha karena apa perputaran musim di Indonesia sudah tidak bisa diprediksi seperti dahulu, sudah tidak teratur yang dahulu bulan tertentu bisa dipastikan, sekarang sudah tidak lagi, bahkan yang seharusnya sudah jatuh musim kemarau, ternyata malah setiap sore hujan terus, sehingga bencana banjir melanda di mana-mana tak terkecuali kota-kota besar yang man sudah tidak ada lagi lahan serapan, tanah pegunungan juga sangat rawan longsor karena tergerusnya oleh curha hujan yang sangat deras.
Tentunya bagi yang terbiasa naik kendaraan roda dua atau sepeda motor akan sangat repot apabila kondisi hujan turun dan harus menyediakan jas hujan.
Tak ayal jas hujan yang sudah lama karena terbuat dari bahan plastik kadang kita tidak menyadari sudah robek sehingga tetap saja basah saat dipakai, dan biasanya terjadi robek pada sambungan bagian jamper ( tudung kepala ) dengan bodi.
Mestinya kalau sudah demikian kita akan merogoh kocek untuk membeli yang baru, namun jangan tergesa-gesa, Jas hujan yang sudah robek bisa diperbaiki dengan cara sebagai berikut :
1. Ambil Isolasi kabel ( warna hitam aatau hijau )
2. Tempelkan / lengketkan sepanjang jas hujan yang robek.
3. Ttutp dengan kain di atasnya.
4. Lakukan seterika di atas kain tersebut, sampai isolasi benar-benar menyatu dengan Jas Hujan dan hati-hati jangan samapai kebablasan atau leleh.
5. Angkat seterika dan kain. maka jas hujan bisa digunakan lagi tanpa kuatir bocor.
Selamat menghemat.

 

Sunday, 13 November 2016

CARA MENINGKATKAN KUALITAS TIMNAS SEHINGGA SEPAKBOLA INDONESIA MAJU

AGAR SEPAKBOLA INDONESIA MAJU

Sebagimana telah kami bahas tentang kiprah timnas dalam menghadapi piala AFF 2016 yang rencana pertandingan akan dimulai tanggal 19 Novembe 2016, mampukah Timnas berbicara dalam perhelatan ini ?
Menengok dari hasil-hsil uji coba yang telah dilakukan sepertinya belum memungkinkan kalau bisa merebut juara, karena masih banyak kelemahan terutama stamina.
Berbicara mengenai stamina para bermain sebenarnya banyak hal faktor pendukung guna meningkatkan, dengan alam pegunungan yang tersebar di Indonesia adalah tempat-tempat yang sangat bagus untuk meningkatkan stamina pemain.
Maka dari itu masukan saya kepada Pelatih Alfried Riedle adalah :

1. Lakukan latihan lari pagi sejauh 10 km pada ketinggian tertentu paling tidak 2 hari sekali, karena dengan cara ini tubuh akan terbiasa melawan beban grafitasi dan kemampuan paru-paru untuk mengambil oksigen pada lapisan udara yang tipis, ini akan menjadikan stamina dan pernafasan saat main di lapangan dataran rendah terasa ringan.

2.Beri gizi para pemain dengan protein tinggi, dan penunjang pembentukan tulang yang kuat juga bisa peninggi badan.

3.Lakukan latihan setiap hari sebagaimana orang bekerja paling tidak 6 jam setiap hari.

4. Lakukan uji coba dengan team-team kelas atas, karena apabila sering bermain dengan team kelas atas akan terbiasa dan secaa tidak langsung akan mengasah kemampuan.

5. Lakukan latihan otak kanan dan otak kiri dengan game-game tertentu, sehingga kecerdasan akan berkembang, bagaimanapun kecerdasan akan berpengaruh terhadap pola bermain dalam melakukan serangan dan bertahan.

6. Sediakan fasilitas sarana latihan seperti klub-klub di eropa dengan dana minata dari RAPBN.

SEMOGA SUKSES...