web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Monday, 11 July 2016

PAK JOKOWI PRESIDEN DAN PAK JONAN MENHUB SEMOGA MEMBACA CARA MENGATASI MACET SAAT MUDIK LEBARAN DAN SOLUSI PERAYAAN HARI BESAR AGAMA serta liburan sekolah DAN MENINGKATKAN TARAF EKONOMI BANGSA dan semoga Artikel ini di baca oleh Bp.Jokowi



MENGATASI MACET SAAT MUDIK LEBARAN DAN SOLUSI PERAYAAN HARI BESAR AGAMA dan liburan sekolah 
Sebuah fenomena perayaan hari raya keagamaan terutama Islam yaitu hari Raya Idul Fitri, apalagi jatuhnya hari raya tersebut bertepatan dengan liburan anak sekolah, seperti  halnya jatuhnya 1 syawal 1437 H kemarin yang juga bertepatan dengan tanggal  6 July 2016, ternyata hiruk pikuk perayaan tersebut diwarnai oleh bermacam peristiwa dan tragedi.
Suatu hal yang sangat mengejutkan bahwa perayaan hari Raya Idul Fitri bukanlah melulu umat Islam saja yang merayakan, ada dari lintas agama, baik yang bukan beragama islam ikut larut serta dalam gegap gebinta memeriahkan suasana Lebaran,  namun tetap saja mayoritas adalah beragama Islam atau berstatus di KTP agamanya Islam.
Dari aktifitas perayaan tersebut ternyata meninggalkan beberapa peristiwa dan tragedi yang cukup memprihatinkan, awalnya di mulai dari acara Mudik ke kampung halaman, yang mana semua sudah dipersiapkan di bayangkan sebelum puasa Ramdhan berakhir, karena hasrat yang tinggi untuk bertemu keluarga sanak saudara, handai tolan atua teman sepermainan waktu kecil di kampung halaman maka segala sesuatunya  ingin dibuat surprais, disipakan dana yang tidak sedikit, bahkan yang awalnya belum punya mobil berusaha keras untuk pulang kampung membawa mobil sendiri, dari sini ternyata menimbulkan masalah baru, sedianya pemerintah telah membangun jalan tol agar memberikan rasa aman dan nyaman dalam perjalanan pulang kampung namun ternyata tidaklah seperti yang dibayangkan sebelumnya, sebagaiman kejadian di jalan TOL cipali yang diakhiri di BREXIT istilah ini sangat ngetren karena kebetulan kata - kata  tersebut muncul bersamaan dengan keluarnya Inggris dari uni eropa, namun ternyata BREXIT di Indonesia adalah istilah diambil dari wilayah pintu keluarnya ujung Tol Cipali yaitu BREBES EXIT, dari sinilah timbulnya permasalahan saat arus mudik beberapa hari lalu, bahkan diberitakan sampai 18 orang meninggal gara-gara terjebak macet.
Mengapa jalan TOL yang kondisinya mulus, jaraknya juga panjang justru terjadi kemacetan ? karena tidak ada antisipasi sebelumnya yang mana pintu keluar di Brebes timur masuk kota tegal jalan menyampit sehingga terjadi penyumbatan dari arah berlawan yang akan masuk pintu TOL tersebut sementara kendaraan yang keluar TOL sangat banyak Jumlahnya, dan hal yang lebih mengherankan begitu banyaknya mobil sepanjang Jalan TOL Cipali tersebut, lagian semua Mobil bagus-bagus, apakah ini pertanda bahwa rakyat Indonesia sudah makmur secara ekonomi, sehingga dengan mudah bisa memiliki Mobil ? mungkin juga Ya dan mungkin juga tidak, kalau dilihat dari beraneka macam merek kendaraan tidak ada yang buatan lokal, ini artinya rakyat kita adalah rakyat yang konsumtif dan tidak produktif dalam dunia otomotif,padahal banyak ilmuwan dan orang pinter di Negara tercinta ini, tapi mengapa masyarakat selalu memilih produk yang berlebel luar negeri ? apakah para tenaga ahli kita tidak bisa menciptakan sebuah produk yang berguna bagi bangsa sendiri ? dan kalau bisa justru mengeksport produk tersebut ? perhatikan di Jepang, walaupun terkenal dengan produk-produk merek mobilnya yang beretebaran di Indonesia, akan tetapi kehidupan masyarakat sana tidaklah serta merta mengendarai mobil pribadi, mayoritas, berjalan kaki, naik sepeda atau naik kendaraan umum yang tidak menimbulkan kemacetan, toh dengan kondisi seperti itu negara tersebut tetap berjaya, bahkan banyak mendapatkan keuntungan karena produk mereka di eksport ( terutama ke Indonesia ) lingkunganya sehat ( tidak banyak pencemaran udara karena asap kendaraan ), bisakah budaya ini dipraktekan di Indonesia ?
OK kita kembali ke permasalahan penanganan kemacaten karena prosesi perayaan hari raya,  
bagaimana agar tahun-tahun ke depan tidak terulang problema yang sama ? karena setiap tahun dalam merayakan hari raya Idul Fitri selalu muncul masalah baru, yang dahulunya sering terjadi kemacetan karena jalan yang selalu dalam proses pembetulan sehingga justru menimbulkan macet terlebih munculnya pasar kaget atau pedagang dadakan yang menggunakan sebagian jalan untuk melintas kendaraan,dan sekarang dengan adanya Tol CIPALI diharapkan akan terselesaikan maslah yang lama namun malah menimbulkan masalah baru, mungkin berikut sebuah pandangan atau gagasan dari saya untuk menetralisisr permasalahan yang akan datang :
Pemerintah membuat kebijakan baru yang mana setiap perayaan diatur sesuai dengan perayaan masing-masing agama, misal Hari Raya Idul Fitri yang diliburkan hanya yang beragama Islam, sementara yang memiliki kepercayaan lain tidak boleh libur dan harus masuk kerja, demikian juga pembagian THR untuk Hari Raya Idul Fitri hanya dibagikan ke yang beragam a Islam saja ,kemudian untuk perayaan natal dan Tahun baru hanya diberikan kepada pemeluk agama Katolik atau Kristen demikian juga bersamaan dengan itu diberikan THR dan waktu libur sabagaiman perayaan Idul Fitri, dan ini juga berlaku untuk agama Hindu juga di berikan libur dan THR dengan porsi yang sama, demikian juga unutk agama-agam yang lain.
Dengan libur hanya diberikan kepada Agama yang merayakan, maka pemeluk agama yang sedang tidak melaksanakan perayaan tetap bekerja sbagimana biasanya sehingga roda ekonomi dan produktifitas bangsa akan terjaga dengan stabil.

Yang akan menjadi pertanyaan, bagaimana kalau ternyata ada sejumlah masyarakat yang tidak menganut salah satu agama ? solusi bagi mereka adalah di beri liburan dan bonus  akhir tahun, dan tidak boleh mengambil hari libur bersamaan dengan agama lain.
KAmi juga usulkan untuk hari raya idul adha tidka hanya 1 hari, misal 2 hari atau 3 hari, karena sesungguhnya harai raya yang benar-benar raya ya idhul adha.

Semoga usulan ini di baca oleh Bp. Jokowi selaku presiden Republik Indonesia, dan bisa dilakukan studi untuk aplikasi di lapangan.........
Post a Comment

MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...