web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Friday, 22 April 2016

POLYESTER - YANG HARUS DICONTROL DAN DIANALISA PADA PROSES POY

HAL-HAL YANG HARUS DI CONTROL DALAM PROSES POY

Karena proses pembuatan POY berjalan secara kontinyu dan tidak boleh berhenti, maka kekonstanan parameter proses harus dipantau, dan disini peran Proses Control sangatlah vital dan juga pemantauan parameter ada yang dengan system Computerized, dan ada yang menggunakan isntrument-instrument, kita bahas satu persatu hal - hal yang harus di kontrol sebagai berikut :
A.BAHAN UNTUK PROSES

I. Chips Drier / Crystalizer/ Hopper drier
   Untuk proses ini yang kita uji adalah :
   1. Kandungan air ( Moisture )
   2. IV

II. Larutan Spin Finish Oil
    1. Spin Finish Original
        1.1. Viscosity ( Cps/Cst )
        1.2. Kadar air
        1.3. pH
        1.4. Volatile matter
        1.5. Appearance.
     2. Air untuk membuat larutan Spin Finish
        2.1. pH
        2.2. SiO2 ( silikat )
        2.3. Total Hardness
        2.4. Conductivity
      3.Emulsi spin Finish Oil
        3.1. Konsentrasi larutan
        3.2. pH
III. Gas Nitrogen
      di check dew point ( titik embun )

B. PRASARANA PENDUKUNG PROSES
   I. Spinnerete
       Spinneret baru maupun yang bekas dipakai dan sudah dibersihkan dilakukan pengechekan kondisi
       lobang-lobang , apakah benar-benar bersih apa belum.
   II. Paper Tube ( Penggulung benang )
        Adapun yang harus di uji :
        1. Berat ( gr )
        2. Compression Strength
        3. Edge Crush
        4. Dimensi ( Panjang, diameter luar, diameter dalam, ketebalan )
        5. Lebar dan jumlah Notching
        6. Warna

C. PARAMETER PROSES
    1. Temperatur melt polimer
    2. Pack Pressure
    3. Velocity Quench Air ( udara pendingin )
    4. Speed winder
    5. Speed Godet Roll

D. Intermidiate
    1. Free Fall
       1.1.IV
       1.2.Gugus Karbokssilat ( - COOH )
       1.3. Flying filamen
       
E. POY ( Produk )
    1.Denier
    2. Tenacity ( kekuatan tarik )
    3. Elongation ( kemuluran )
    4. Cross Section ( penampang )
    5. % Oil pick Up ( OPU )
    6. Jumlah Filamen
    7. Loop
    8. Broken Filamen
    9. Berat.

Ok, kita bahas satu persatu-satu tujuan dan pengaruh dari kualitas produk dari langkah-langkah tersebut di atas :
I. Chip Drier / Cristalyzer/Hopper
1. Analisa Moisture dalam Dry Chips, ini hal yang sangat vital karena sebagaiman telah kami jelaskan pada
    bab sebleumnya mengenai pengaruh air dalam reaksi polieaster, dimana air akan sangat mengganggu saat
    pelelehan kembali poliester, dia akan beraksi yang bisa menyebabkan terbentuknya gugus Karboksilat
    dan Di Ethylene Glycol yang mana ini menyebabkan terdegradasinya rantai Polymer, dan akan berpenga-
    ruh terhadap Dyieng up take atau penyerapan zat warna saat dilakuakn pencelupan.Untuk itu dalam pro -
    ses drying, harus benar- benar kering dengan batas maksimum kandungan air dalam Chips polyester ke-
    ring maksimum 0.0030 % atau 30 ppm.
2.Analisa IV dalam Dry Chip, hal ini perlu dilakukan untuk memantau kestabilan nilai IV apakah terjadi pe -
   rubahan secara drastis akibat pemanasan apa tidak.

II. Spin Finish Oil
1.Spin Finish original
   1.1 Analisa Viscosity, karena spin finish original memiliki nilai viskositas, ini harus kita tentukan standartnya
         kekentalan atau kepekatan akan sangat berpengaruh terhadap daya lengket dalam benang.
   1.2. Kadar air dalam Spin finish Oil original jelas sangat berpengaruh terhadap kemurnianya, dan juga sa-
          ngat penting untuk diketahui karena akan berpengaruh dalam perhitungan untuk konsentrasi emulsi oil
         yang akan di buat.
   1.3. pH adalah derajat keasaman dari material tersebut, perlunya pengontrolan ini karena apabila Spin Fi-
          nish oil terlalu asam ( di bawah 7 ) jelas bersifat korosive, sehingga akan sangat berepengaruh terha -
          dap keawetan pipa-pipa.
    1.4. Volatile matter yaitu material-material impuritis yang mudah menguap yang terkanding dalam Spin Fi-
           nis Oil, apabila terdapat senyawa yang mudah menguap terlalu banyak mestinya juga mempenagruhi
           kemurnian dari material tersebut, sehingga mempengaruhi konsentrasi emulsi oil yang di buat.
    1.5.Appearance adalah warna visual dari material tersebut, yang seharusny jernih/bening tapi sedikit keku
          ningan diperbolehkan, dan biasanya warna kekuningan bahkan cenderung coklat diakibatkan oleh
          kandungan Fe, dan ini bisa menyebabkan terkontaminasinya oil oleh bakteri.
  2. Air demin untuk membuat emulsi oil
    2.1. pH sangat berpengaruh terhadap daya larut spin finish oil juga apabial terlalu asam akan menyebab-
           kan korosif pada tangki maupun pipa.
    2.2. Kandungan Silikat ( SiO2 ) ini juga sangat fatal, karena silikat dalam emulsi akan membentuk lapisan
           film keras pada permukaan Godet rol, sehingga menyebabkan benang akan sering putus, maka diper
           syaratkan kandungan silikat pada air demin harus-benar-benar Nol.
    2.3. Total Hardness adalah nila kesadahan, yang mana merupakan kandungan kapus Ca dan Mg, sehing-
           ga akan menyebabkan timbulnya kerak pada pipa juga pada Godet roll yang bisa menyebabakan be-
           nang putus saat proses kecepatan tinggi, maka dari itu Total Hardness dalam air juga harus Nol.
    2.4. Conductivity adalah daya hantar listrik air demin tersebut, karena Polyester bersifat plastis, yang ma-
           mana pada pergerakan dan gesekan akan menimbulkan arus listrik, untuk itu air demin yang diguna -
           kan tidak boleh memiliki nilai Conduktivity.
 3. Emulsi oil
    3.1. Konsentrasi
           perlu sekali dilakukan test konsentrasi hasil pembuatan emulsi oil ini untuk meyakinkan bahwa nanti -
           nya kandungan Oil dalam benang sesuai dalam perhitungan.
     3.2. pH, sebagimana sudah dijelaskan sebelumnya, jangan sampai pH emulsi oil terlalu asam.
  
III. Gas Nitrogen
      Gas Nitrogen dalam proses ini sebagai carier, untuk mendorong proses transfer Chips baik masih
      raw chips maupu dried chips, maka Gas tersebut tidak boleh mengandung uap air, dimana bisa dike-
      haui dengan cara dilakukan penegcekan titik embunya ( dew Point ) yaitu sekitar -17°C apabila nilai
      dew point masih sekitar 0 atau 4°C berarti gas Nitrogen tersebut mengandung uap air.
Berikut contoh gambar benang POY

     

        Gambar Helaian Filamen POY





   
Post a Comment

MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...