web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Wednesday, 23 March 2016

POLYESTER--- Proses pembentukan Chips dan kelanjutan analisa properties PET

PROSES PEMBUTAKAN PET CHIPS

Melanjutkan proses terbentuknya Polyester sempurna pada bab sebelumnya, disini kita bahas tentang line pembentukan chips pada PET tersbut.
Sebagaimana kita ketahui bahwa PET yang terbentuk dalam final reaktor ( DRR ) merupakan PET bentuk leleh cair, sehingga apabila akan dipacking dalam Chips baging harus dibentuk granule atau butiran-butiran kecil yang disebut CHIPS.
Prinsip dasar pembetukan CHIPS adalah PET leleh cair dari DRR dipompa melalui Chips head Casting atau die head yang terdapat lobang-lobang kecil dengan diameter dan jumlah tertentu, sehingga lelehan PET cair tersebut keluar dalam bentuk memanjang, kemudian didinginkan menggunakan air dengan suhu antara 20 - 22°C agar membeku dan mengeras, lelehan beku tersebut dilanjukan ke pisau pemotong yang telah diatur posisinya sehingga butiran memiliki ukuran tertentu.
Namun dalam pembentukan Chips ada juga dengan bentuk lain yaitu PET leleh cair yang keluar dari die Head tidak melelui lobang-lobang akan tetapi lobang yang melebar, sehingga keluaran berbentuk lembaran yang dinamakan Ribon, kemudian ribon tersebut dilewatkan pada pisu pembelah dan pemotong, tapi teknologi ini sudah ditinggalkan.
Chips potongan yang masih basah akibat dari pendinginan, dilewatkan pemisah air sehingga dihasilkan Chips kering, kemudian ditransfer ke Silo ( Tangki penampungan sementara ) dari Silo kemudian dilakukan Baging dengan Chip Bag yang biasanya muat 1 Ton Chip, pada luar Bag diberi identifikasi nomor Bag dan nomor Lot juga tanggal Produksi.


Berikut contoh Chips : Super Bright


Kita lanjutkan mengenai analisa PET  dari artikel sebelumnya :

3. Analisa moisture pada PET menggunakan system Elektrolisis
    Prinsip Analisa :
    Air dari sampel PET dikeluarkan,dengan bantuan nitrogen yang sebelumnya telah dipanaskan pada suhu
    205°C, kemudian uap air bersamaan dengan Nitrogen didorong ke Cell Electrolitic.
    sejumlah air yang teruapkan tersebut diserab oleh dua cell yang terhubungkan yang diisi dengan Phospho-
    rus pentoxide ( P2O5 )dan didekomposisi secara elektrolisis, menjadi  Hidrogen dan Oksigen.
  
     dua kawat platinum didigulung pada tabung teflonsebagai elektroda yang terbngkus dengan lapisan tipis
     Phosporus Pentoxide  setelah diberi tegangan dan penambahan Asam Phospat encer.
     Disaat diberikan tegangan secara konstan pada elektroda ini dan dilewatkan gas nitrogen basah melalui
     Cell elektrolitik, akan terjadi arus dan secara langsung menandakan adanya kandungan air pada sampel,
     yang secara otomatis ditunjukan oleh pengukuran alat dalm satuan microgram air.
 
     3.1 Peralatan
          3.1.1  Meeco Moisture analyser Type LBY Model W
          3.1.2  Penampung/tempat sampel ( sample holder ) dengan kapasitas 10 gr
          3.1.3  Regenearis set untuk Cell Electrolitic
          3.1.4  Kran reduser Nitrogen, sambunga R 1/4"
          3.1.5  Drying device yang terdapat adsorber  untuk mengeringkan Cartridge .
          3.1.6  Swagelock reducer jumlahnya 3 yaitu 1/4" sampai 1/8 "diameter luar
          3.1.7  Pipa logam diamter luar 1/8"

     3.2 Bahan Kimia
           3.2.1  Di Potassium tartrate K2C4H4O6 x 1/2 H2O
           3.2.2  Acetone
           3.2.3  Air destilat
           3.2.4  Frigen
           3.2.5  Asam Phospat 86%
           3.2.6  Nitrogen murni
       3.3  Cara kerja
            3.3.1. Posisikan Alat Moisture Analyzer diatas meja kerja Laboratorium yang benar-benar datar dan
                      terbebas dari getaran.
            3.3.2. Sambung alat anlyzer dengan bantuan pipa logam diameter luar 1/8"melewati bagian pengering
                      dan kran reduser ke Silinder Nitrogen.
            3.3.3. Buka Silinder Nitrogen, atur aliran gas menggunakan kran reduser, sehingga mengalir ke Alat
                      Moisture Analyzer dengan kecepatan alir 50ml/menit.

            3.3.4. Sample Holder ( tempat sampel ) harus benar-benar rapat menutup pada furnace kalau
                      tidak maka aliran Nitrogen tidak bisa diatur, tekanan sebelum masuk ke analyzer antara
                      2 sampai 3 Psi.
            3.3.5. Hidupkan Analyzer dengan cara memutar saklar INSTRUMENT POWER SWITCH
                      dari posisi Off ke On
            3.3.6. Atur level tombol "Cond -Anal" ke posisi"Condition"
            3.3.7. Hidupkan sistem pemanasan dengan cara memutar tombol " HEATER POWER
                      SWITCH dari posisi off ke posisi on.
            3.3.8. Atur suhu Furnace pada kontrol suhu 400°F = 205°C, jarum warna merah menunjukan
                      suhu yang diinginkan, sedangkan warna hitam adalah pembacaan suhu sesungguhnya.
            3.3.9. Lakukan kondisioning untuk alat Analyzer , dengan cara analyzer biarkan bekerja
                      pada 0-1 mA meter pada cell 1 menunjukn hasil dibawah 0.49 mA dan Cell 2 di bawah
                      0.1 mA, ini biasanya memerlukan waktu 24 jam.
                      pada kondisi demikian level Cond-Anal posisikan pada "cond "kemudian setelah 24jam
                      putar pada posisi "anal"dan lakukan pengecekan apakah level mA meter sesuai yang di-
                      inginkan di atas.

Chips Semidull :


AKAN BERLANJUUTT>>>> ikuti terus.






Post a Comment

MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...