web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Wednesday, 30 March 2016

CARA KULIT WAJAH MENJADI KENCANG

 HINDARI KERIPUT WAJAH ANDA

Memiliki kulit wajah yang halus, kencang dan singset merupakan dambaan setiap wanita baik muda maupun setengah tua apalagi yang sudah tua.
Tentunya akan mengurangi rasa percaya diri tampil didepan umum apabila wanita memiliki wajah yang berkerut-kerut alias keriput, apalagi sebagai publik figur atau orang penting di masyarakat.
Namun jangan kuatir asalkan kita mau berusaha dan telaten, sebagai wanita bisa tampil penuh percaya diri dengan kulit wajah yang kencang nan menawan.
berikut kami sajikan cara merawat kulit wajh secara tradisional :
Sebelumnya kita bedakan dahulu jenis kulit wajah yaitu ada yang kering dan ada yang berminyak.
Adapaun untuk kulit kering kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Siapakan air kelapa 1 gelas, namun harus dari kelapa hijau.
2. Siapkan susu murni 1 gelas, harus benar-benar murni.
3. Siapkan 4 butir putih telur akan lebih baik kalau telur ayam kampung.
4. Siapkan 1 sendok makan madu murni
Campur ke 4 bahan tersbut jadi satu samapi benar-benar merata, kemudian gunakan untuk masker menjelang tidur setiap hari, kalau habis bikin lagi.
Adapun untuk kulit berminyak harus melakukan langkah-langkah berikut ini :
1. Siapkan 2 buah bengkoang sebesar kepalan tangan.
2. Siapkan ketimun 2 buah.
3. Siapakan 3 buah jeruk nipis.
Parutlah ke 2 buang bengkoang tersebut, jeruk nipis dibelah dan diperas ambil airnya, 2 buah mentimun dihancurkan dan diperas diambil airnya.
Campurlah hasil parutan bengkoang, air jeruk nipis dan air mentimun tersebut gunakan sebagai masker pada wajah, setiap menjelang tidur... 
Untuk mengencangkan kulit muka agar tidak keriput juga bisa menggunakan minyaksayur yang dicampur kuning telur, caranya :
Ambil 1 butir kuning telur, kemudian tambahkan minyak sayur 10 tetes atau lebih, gunakanlah untuk asker setiap menjepang tidur.

SELAMAT MENCOBA SEMOGA WAJAH ANDA MENAWAN

Sunday, 27 March 2016

POLYMERIC FIBER........SERAT POLYMER



                 POLYMERIC FIBER........SERAT POLYMER



Pengenalan ilmu kimia tentang serat.

Apa yang dimaksud serat Polymer ( Polymeric Fiber ) ?, Serat Polymer adalah merupakan rantai polymer yang berikatan sangat kuat dan urus atau mendekati lurus, dan sambung bersambung ke berikutnya satu sama lain, sepanjang serat keadaanya sama seperti pada gambar berikut ini :

           ______________ _______________
___________ ____________ _______________
_____________ ____________ ___________
_________ ______________ _______________

Polymer yang tersuun dalam fiber ( serat ) seperti ini dapat digulung menjadi benang dan digunakan sebagai tekstil.
Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah bisa lepas serat Polymer, baju yang kita pakai adalah terbuat dari Serat Polymer, demikian juga karpet, tali.
Berikut ini beberapa Polymer yang bisa dibuat serat :
1. Polyethylene
2. Polypropelyne
3. Nylon
4. Polyester
5. Kevlar dan Nomex
6. Polyacrylonitrile
7. Cellulose
8. Polyurethane
Hal yang sangat penting bahwa serat selalu terbuat dari Polymer dalam bentuk Kristal.
Sebagai anda ketahui bahwa kristal dari garam kristal selalu tersusun dari molekul.
Jika kita memiliki susunan molekul yang terbuat dari molekul dengan ukuran yang acak, maka kita akan mendapatkan Polymer kristal yag acak pula.
Dikarenakan terjadinya acak, maka maka ukuran kristal yang tepat sangat sulit didapatkan, dan dalam banyak sekali material yang mungkin memiliki beberapa kristal dan beberapa molekul Polymer menjadi kusut tidak tersusun dalam sebagian material,dari
Situ kita memiliki memilki area Amorphous dalam serat polymer.
Mari kita bahas :
KEKRISTALAN POLYMER.
Disini kita tidak hanya membahas melulu tentang kristal Polymer, akan tetapi kita akan bicarakan jenis kristal yang lain juga,yang dimaksud kristal yang lain disini adalah segala bentuk benda yang mana molekul-molekulnya tersusun dalam bentuk umum.
Contohnya Es, adalah kristal, di dalam es molekul-molekul air tersusun dalam cara yang spesifik, sedemikian juga pada garam meja, Natrium klorida.Anehnya gelas untuk minum bukanlah merupakan bentuk kristal sempurna akan tetapi gelas kaca tersusun atas padatan yang tidak beraturan.


Polymer hanya seperti kaos kaki, kadang tersusun secara rapi seperti laci kaos kaki, apabila seperti ini maka kita katakan bahwa polymer tersebut berbentuk kristal., akan tetapi kadang tidak tertata, dan rantai polymer hanya terbentuk sanagta kusust kacau.
Kalau terjadi seperti ini polymer tersbut kita namakan Amorphous ( ketidak teraturan ).
Mari iita bicarakan tentang Polymer yang rapi dan tersusun, jadi seperti apa susunan polymer terbentuk ?
Dia seperti garis yang membentang lurus, jenisnya seperti tiang yang rapi pada papan menjulang pada penjalan kayu.
Tetapi dia tidak selalu terbentang dengan benar-benar lurus, dan itu adalah Polyethylene dengan berat molekul yang sangat tinggi, Aramid seperti Kevlar dan Nomex.
Sebagian besar Polymer hanya dapat dibentangkan dengan jarak yang pendek sebelum dia kembali melipat semula.
Perhatikan gambar berikut :

 Tidak semua polymer benar-benar tertarik, bahkan akan melipat kembali setelah penarikan.

Untuk Polyethylene panjang rantai akan tertarik sebelum terlipat kira-kira 100 Amstrng.
Akan tetapi tidak hanya terlipat seperti tersebut diatas, Polymer mebentuk tumpukan pada lipatan rantai sebagaiman tertera gambar di bawah, yang dinamakan Lamella :

Tentu saja semua tidak akan serapi seperti pada gambar tersebut, kadang ada sebagian rantai termasuk dalam kristal dan sebagian lagi tidak.
Ketika ini terjadi kita akan mendapatkan bentuk mess seperti di bawah, lamella kita tidak lebih rapi dan teratur bahkan sangat tidak rapi dengan rantai-rantai yang mengggantung di mana saja.


  
Tentu saja, dengan ketidak pastian, rantai-rantai polymer akan selalu ingin kembali ke bentuk lamellasetelah mengeluyur keluar diskitar rantai untuk sebentar. Kalau ini terjadi kita akan mendapatkan gambaran seperti berikut :
  

    

         Lamella ini memiliki rantai-rantai yang keluar sbentar kemudian kembai lagi
         ke dalamnya,pada bagian kiri rantai akan memasuki ke lamellae sebelah kanan
         untuk berada seperti gambar kiri.
         Sedangkan gambar kanan ,rantai kembali beberapa jarak dari sebelah kiri, ke -
         duanya itu mungkin.
         Kedua gambar tersebut adalah yang dinamakan model Switchboard pada Poly
         mer Lamella Kristalin.

Model Swicthboard ini sebuah Polymer Lamela kristalin, sebab kita seperti anda, kita menyampaikan kepada anda, bahwa rantai Polymer tidak berhambur diluar kristal, tetapi
Hanya terlipat kembali didalamnya, sebagaimana kita lihat gambar pertama, itu dinamakan model Adjencr Re-entry.

Amorphous dan kekristalan

Apakah anda sedang menggulung sesuatu ?Jika anda melihat gambar diatas, anda dapat melihat beberapa polymer adaalah berbentuk kristal dan sebagian tidak.Sebagian polymer berbentuk kristal dan sebagian lagi tidak menjadi kristal.
Rantai-rantai atau sebagian beberapa rantai tidak dalam bentuk kristal,yang mana rantai-rantainya tidak tersusun semestinya.
Kita beranggapan bahwa tokoh ilmuwan berkata bahwa itu dalam tingkat Amorphous.
Jadi Polymer terkristal benar-benar memiliki dua komponen yaitu bagian terkristal dan bagian Amorphous.
Bagian terkristal ada di dalam Lamella, sedangkan bagian Amorphous berada diluar Lamella.
Jika melihat gambar pada sudut yang lebar sebagaimana Lamella, kita dapat melihat bagaimana bagian yang terkristal dan bagian Amorphous tersusun.





Seperti apa yang anda ketahui, Lamella muncul seperti jari-jari ban sepeda dari pusat inti
( kadangkala tokoh ilmuwan kita menyebutnya Lamella adalah Lamellar fibrils ), itu benar-benar muncul dalam tiga dimensi.jadi dia seperti bidang roda. Lobang bidang roda disebut  Spherulite.
Dalam sampel terkristal ada berjuta-juta Spherulit.
Diantara Lamella terkristal  ada daerah yang mana rantai-rantai Polymer tidak tersusun semestinya, daerah yang tersusun tidak semestinya ini adalah daerah Amorphous seperti yang telah kita bicarakan.
Seperti yang anda lihat pada gambar, rantai polymer tunggal mungkin merupakan bagian daripada Lamella terkristal dan juga bagian lamella tingkat Amorphous.
Beberapa rantai baik mulai dari satu Lamella, melintang pada daerah Amorphous dan bergabung ke Lamella yang lain, Rantai-rantai ini disebut Tie Molecules.
Jadi anda mengetahui bahwa tidak semua Polymer terkristal sempurna.
Jika anda membuat plastik itu sesuatu yang bagus. Bentuk kristal membuat material kuat, tetapi juga bisa membuat rapuh.
Polymer yang terkristal sempurna akan menjadikan plastik bekas lebih rapuh.
Daerah Amorphous memberikan kekerasan Polymer, yaitu kemampuan untuk dibengkok tanapa putus, akan tetapi untuk membuat serat ( fiber ), kita suka kalau Polymer benar-
benar terkristal., ini karena fiber ( serat ) adalah kristal yang panjang.
Kebanyakan Polymer adalah campuran antara daerah Amorphous dan daerah terkristal, akan tetapi ada bebarapa dengan bentuk kristal yang lebih tinggi atau Amorphous yang lebih tinggi.
Ini beberpa Polymer yang cenderung ekstrim :

Polymer yang kristalnya lebih                 Polymer yang Amorphousnya lebih
Polypropylene                                                 Poly Methyl metacrylate
Syndiotactic Polystyrene                                Atactic Polystyrene
Nylon                                                              Polycarbonate
Kevlar dan Nomex                                          Polyisoprene
Polyketon                                                        Polybutadiene

Jadi kenapa harus ada Polymer yang memiliki Kristal llebih tinggi dan Amorphous yang lebih tinggi ? Ini karena adanya Struktur Polymer dan tekanan antara molekul.


BENTUK KRISTAL DAN STRUKTUR MOLEKUL

Struktur Polymer akan berpengaruh terhadap bentuk kristal, jika sesuai semestinya dan teratur maka ini akan mudah terbentuk kristal., jika tidak maka tidak akan mudah terbentuk kristal.
Perhatikan pada Polystyrene untuk memahami bagaimana ini bekerja :


Seperti apa yang anda lihat daftar di atas, ada dua jenis Polystyrene yaitu Polystyrene Atactic dan Polystyrene syndiotactic, satu sangat terkrista dan satunya sangat Amorphous.

          Polystyrene Syndiotactic sangat tertata, dengan grop phenyl berada pada
          posisi yang bersimpangan sehingga ini membentuk struktur kristal, sedang
          Polystyrene actactic grop phenyl tidak teratur sehingga tidak membentuk
          Kristal, sehingga merupakan Amorphous.

Polymer atactic lain seperti Poly ( methyl methacrylate ) dan ( vinyl chloride ) juga meru
Pakan Amorphous, dan sebagaimana anda inginkan Polymer stereoregular seperti poly -
propylene isotactic dan Polytetrafluoroethylene adalah sangat kristal.
Contoh lain adalah Polyethylene, ini bis bentuk kristal atau Amorphous, Polyethylene linear mendekati terkristal 100%.akan tetapi munculnya cabang-cabang menjadikan tidka linear sehingga menjadi sangat Aorphous.
      











Wednesday, 23 March 2016

POLYESTER--- Proses pembentukan Chips dan kelanjutan analisa properties PET

PROSES PEMBUTAKAN PET CHIPS

Melanjutkan proses terbentuknya Polyester sempurna pada bab sebelumnya, disini kita bahas tentang line pembentukan chips pada PET tersbut.
Sebagaimana kita ketahui bahwa PET yang terbentuk dalam final reaktor ( DRR ) merupakan PET bentuk leleh cair, sehingga apabila akan dipacking dalam Chips baging harus dibentuk granule atau butiran-butiran kecil yang disebut CHIPS.
Prinsip dasar pembetukan CHIPS adalah PET leleh cair dari DRR dipompa melalui Chips head Casting atau die head yang terdapat lobang-lobang kecil dengan diameter dan jumlah tertentu, sehingga lelehan PET cair tersebut keluar dalam bentuk memanjang, kemudian didinginkan menggunakan air dengan suhu antara 20 - 22°C agar membeku dan mengeras, lelehan beku tersebut dilanjukan ke pisau pemotong yang telah diatur posisinya sehingga butiran memiliki ukuran tertentu.
Namun dalam pembentukan Chips ada juga dengan bentuk lain yaitu PET leleh cair yang keluar dari die Head tidak melelui lobang-lobang akan tetapi lobang yang melebar, sehingga keluaran berbentuk lembaran yang dinamakan Ribon, kemudian ribon tersebut dilewatkan pada pisu pembelah dan pemotong, tapi teknologi ini sudah ditinggalkan.
Chips potongan yang masih basah akibat dari pendinginan, dilewatkan pemisah air sehingga dihasilkan Chips kering, kemudian ditransfer ke Silo ( Tangki penampungan sementara ) dari Silo kemudian dilakukan Baging dengan Chip Bag yang biasanya muat 1 Ton Chip, pada luar Bag diberi identifikasi nomor Bag dan nomor Lot juga tanggal Produksi.


Berikut contoh Chips : Super Bright


Kita lanjutkan mengenai analisa PET  dari artikel sebelumnya :

3. Analisa moisture pada PET menggunakan system Elektrolisis
    Prinsip Analisa :
    Air dari sampel PET dikeluarkan,dengan bantuan nitrogen yang sebelumnya telah dipanaskan pada suhu
    205°C, kemudian uap air bersamaan dengan Nitrogen didorong ke Cell Electrolitic.
    sejumlah air yang teruapkan tersebut diserab oleh dua cell yang terhubungkan yang diisi dengan Phospho-
    rus pentoxide ( P2O5 )dan didekomposisi secara elektrolisis, menjadi  Hidrogen dan Oksigen.
  
     dua kawat platinum didigulung pada tabung teflonsebagai elektroda yang terbngkus dengan lapisan tipis
     Phosporus Pentoxide  setelah diberi tegangan dan penambahan Asam Phospat encer.
     Disaat diberikan tegangan secara konstan pada elektroda ini dan dilewatkan gas nitrogen basah melalui
     Cell elektrolitik, akan terjadi arus dan secara langsung menandakan adanya kandungan air pada sampel,
     yang secara otomatis ditunjukan oleh pengukuran alat dalm satuan microgram air.
 
     3.1 Peralatan
          3.1.1  Meeco Moisture analyser Type LBY Model W
          3.1.2  Penampung/tempat sampel ( sample holder ) dengan kapasitas 10 gr
          3.1.3  Regenearis set untuk Cell Electrolitic
          3.1.4  Kran reduser Nitrogen, sambunga R 1/4"
          3.1.5  Drying device yang terdapat adsorber  untuk mengeringkan Cartridge .
          3.1.6  Swagelock reducer jumlahnya 3 yaitu 1/4" sampai 1/8 "diameter luar
          3.1.7  Pipa logam diamter luar 1/8"

     3.2 Bahan Kimia
           3.2.1  Di Potassium tartrate K2C4H4O6 x 1/2 H2O
           3.2.2  Acetone
           3.2.3  Air destilat
           3.2.4  Frigen
           3.2.5  Asam Phospat 86%
           3.2.6  Nitrogen murni
       3.3  Cara kerja
            3.3.1. Posisikan Alat Moisture Analyzer diatas meja kerja Laboratorium yang benar-benar datar dan
                      terbebas dari getaran.
            3.3.2. Sambung alat anlyzer dengan bantuan pipa logam diameter luar 1/8"melewati bagian pengering
                      dan kran reduser ke Silinder Nitrogen.
            3.3.3. Buka Silinder Nitrogen, atur aliran gas menggunakan kran reduser, sehingga mengalir ke Alat
                      Moisture Analyzer dengan kecepatan alir 50ml/menit.

            3.3.4. Sample Holder ( tempat sampel ) harus benar-benar rapat menutup pada furnace kalau
                      tidak maka aliran Nitrogen tidak bisa diatur, tekanan sebelum masuk ke analyzer antara
                      2 sampai 3 Psi.
            3.3.5. Hidupkan Analyzer dengan cara memutar saklar INSTRUMENT POWER SWITCH
                      dari posisi Off ke On
            3.3.6. Atur level tombol "Cond -Anal" ke posisi"Condition"
            3.3.7. Hidupkan sistem pemanasan dengan cara memutar tombol " HEATER POWER
                      SWITCH dari posisi off ke posisi on.
            3.3.8. Atur suhu Furnace pada kontrol suhu 400°F = 205°C, jarum warna merah menunjukan
                      suhu yang diinginkan, sedangkan warna hitam adalah pembacaan suhu sesungguhnya.
            3.3.9. Lakukan kondisioning untuk alat Analyzer , dengan cara analyzer biarkan bekerja
                      pada 0-1 mA meter pada cell 1 menunjukn hasil dibawah 0.49 mA dan Cell 2 di bawah
                      0.1 mA, ini biasanya memerlukan waktu 24 jam.
                      pada kondisi demikian level Cond-Anal posisikan pada "cond "kemudian setelah 24jam
                      putar pada posisi "anal"dan lakukan pengecekan apakah level mA meter sesuai yang di-
                      inginkan di atas.

Chips Semidull :


AKAN BERLANJUUTT>>>> ikuti terus.






Monday, 21 March 2016

RUMAH SAKIT HARUS PUNYA_ STERILIZER---CSSD ( Central Sterilization Support Departemen )

STERILIZER SANGAT PENTING DALAM RUMAH SAKIT

Proses sterilisasi peralatan terutama alat-alat bedah dalam Rumah sakit merupakan suatu keharusan demi terhindarnya kontaminasi bakteri atau virus yang bisa menular kepada pasien lain,ini tentunya sangat berbahaya apabila peralatan rumah sakit tidak dilakukan sterilisasi, maka dari itu dalam proses Akriditasi alat sterilisasi atau sterilizer mutlak adanya untuk rumah sakit yang lebih bonafid dan memenuhi standart rumah sakit sesuai dari kementrian kesehatan.

Dikenal ada bermacam-macam mesin Sterilizer dari system kerjanya diantaranya :
1. Plasma Sterilizer
2. Steam Sterilizer.
3. Low Temperarture Sterilizer
4. Steriliser kering
5. Sterilizer Basah.
Dari sekian type tentunya harga sangat berbeda-beda dan semu memiliki kelebihan masing-masing.
Mungkin untuk para dokter point 1,2,4 dan 5 sudah sangat familier, 
Plasma Sterilizer merupakan teknologi canggih, hanya saja ini sangat memerlukan energi listrik yang sangat tinggi, sehingga perlu diperhitungkan biaya opersionalnya, dan tidak sembarang orang bisa menangani apabila mengalami kerusakan, Steam sterilizer dari namanya kita sudah bisa mengetahui pasti alat tersebut menggunakan steam dengan suhu tinggi untuk mendapatkan steam atau uap, memang ada kelebihan dari alat ini dia akan bisa mentransfer suhu lebih merata ke semua permukaan alat yang disterilkan, namun jelas memerlukan ruangan luas juga memerlukan energi yang sangat tinggi.
Sterilizer kering ini biasanya tersedia adalam bentuk volume yang kecil dan hanya memerlukan energi listrik rendah, namun alat yang bisa disterilkan hanyalah alat alat yang kecil dan kekuranganya alat akan terjadi pembengkokan juga untuk gunting atau alat sayat/potong yang terbuat dari logam akan mengalami ketumpulan dengan kurun waktu pensterilan berulang-ulang.
Sterilizer basah, ini sejenis autoclave, yang sebenarnya prinsip dasarnya adalah dengan steam namun kapasitasnya juga kecil sehingga hanya alat-alat kecil yang bisa dilakukan sterilisasi, namun energi lustrik yang diperlukan agak besar juga.
Disini akan kami jelaskan tentang teknologi terbaru tentang Sterilizer low temperature, mesin tersebut mampu bekerja mensterilkan peralatan bedah dibawah suhu 50°C sehingga sangat menghemat konsumsi Listrik.
Ada sebuah alat yang sangat revolusioner tentang Sterilizer ini yaitu menggunakan System Formaldehyde gas, sehingga bisa dipeorasikan pada suhu rendah, mampu mensterilkan segala macam alat bedah dengan ukuran dari 3 mm sampai dengan 4 meter,waktu sangat singkat hanya 310 menit, dengan biaya operasional hanya Rp 100.000 ramah lingkunagn karena menhasilkan CO2 dan H2O, sangat mudah dioperasikan, dan kebocoran gas Formaldehyde terjaga karena dilengkapi dengan Syestem D&D yaitu Decomposition dan Detoxification, sehingga aman bagi operator.
Keunggulan mesin tersbut antara lain, memungkinkan pintu 
menutup secara otomatis dengan sentuhan yang ringan, self check
system,mudah mebersihkan ruang dan dinding Chamber, bebas dihubungkan dengan ruangan,dilengkapi dengan portcadangan data ( menggunakan kartu memori ), layar sentuh yang lebar dan berwarna panel kontrol yang menampilkan informasi siklus.
Untuk yang menginginkan lebih jelas, silahkan hubungi :
Sunarta
email : sun_elarta@yahoo.com
hp : 081329036646 

Adapun beberapa bahan bantu untuk proses sterilisasi antara lain :
1. Sterilization Flat Roll
2. Sterilization Gusseted Roll
3. Sterilization Self Seal
4. Sterilization TYVEX
5. Crape paper
6. Wrap SMS/non woven
7. Autoclave Indicator type
8. Chemical indicator & Bowie Dick test pack
9. Armsob Plus, safe CO2 Absorption.










Friday, 18 March 2016

MENGGAIRAHKAN WANITA AGAR TIDAK DINGIN DI RANJANG

CARA MENGGAIRAHKAN WANITA AGAR TIDAK DINGIN DI RANJANG

Tak ayal hubungan intim antara suami dan istri sangatlah penting dalam mengarungi biduk rumah tangga, keluarga bisa berantakan gara-gara hal yangsatu ini, sebagai wanita wajib melayani suami namun kadang ada wanita yang dalam pelayanan urusan ranjang sangat dingin alias firgid alias tidak bergairah, tentunya ini akan membuat si wanita frustasi lebih-lebih sang suami akan nglemprek.
Kadang bermacam cara telah dilakukan oleh suami agar sang istri bisa berlaku hot, dengan segala macam cara rayuan, dengan melakukan rangsangan-rangsangan di daerah yang sensitif, namun masih saja sang wanita tidaklah mood.
Untuk mengatasi hal seperti itu perlu dicoba obat-obatan tradisional yang tidak berbahaya sebagi berikut :
1. Siapakan 1 sendok makan madu murni.
2. Siapkan 1 sendok teh Adas pulowaras
3. Siapkan Pulosari ( bahan2 ini bisa dicari ditoko yang menjual rempah-rempah )
4.Siapkan jintan hitam 1 sendok teh.
5.Siapkan setengah sendok teh Lada hitam
6.Siapkan 1 sendok teh kukilo
7. Siapkan 1 butir telur ayam kampung
8. Siapakan Jahe sebesar ibu jari yang sudah tua sejumlah 2
bahan nomor 2,3,4,5,6 dicampur dan ditumbuk sampai benar-benar halus.
Kupas ke 2 jari jahe dan diparut, adauk dengan sedikit air matang dan disaring, ambil airnya.
Campir air jahe tersebut dengan kuning telur,dan madu kocok sampai benar-benar rata,kemudian dicampur dengan tumbukan adas, pulosari, jintan hitam, lada hitam, kukilo, diminum pagi hari atau menjelang tidur dan lakukan satu kali dalam satu hari

Selamat mencoba semoga selalu bergairah...

Thursday, 17 March 2016

POLYESTER... PEMBENTUKANYA PADA FINAL PROSES.

POLYESTER TERBENTUKNYA SECARA SEMPURNA

Telah kita bahas proses dari awal reaksi dasar, reaksi samping dan bemacam-macam terjadinya degradasi oleh hasil reaksi pembntukan polyester ( PET ), tahap tebentuknya monomer ( BHET ) sampai dengan terbentuknya pre poly yang sudah berkisar 90% terjadinya reaksi hampir sempurna.
di sini akan kita bahas terbentuknya Polyester sempurna dalam proses sesungguhnya.
Dengan telah tercapai pembentukan Pre Poly, dengan waktu tinggal ( residence time )dalam reaktor kemudian slurry pre poly tersebut dittransfer menuju reaktor ( DRR ) final Polycondensation yang dalam reaktor dilengkapi Ring-ring untuk mendistribusikan pemanasan agar merata sempurnba, yang dalam kondisi range temperature antara 275 - 290°C, dibawah tekanan /vacum antara 1.3 - 1.5 mbar/a





Untuk menjamin produk akhir baik Serat fiber, Benang POY maupun PET Chips sendiri, maka kualitas POLYSETER yang terbentuk harus dilakukan pengujian propertiesnya sebagai berikut :
1. IV ( Intrinsic Vscosity )
2. Moisture Content
3. -COOH ( Gugus karboksilat ) end Group
4. Iron Content ( Fe )
5. Colour Hunter Lab ( L,a,b )
6. Density
7. DEG Content ( % )
8. Chips Size
9.Ash Content
10.TiO2 content ( untuk yang type semidull maupun fulldull )
11. Oxidized ( diamati di bawah sinar Ultra violet )
dari semua parameter tersebut setiap perusahaan memiliki standart dan spesifikasi tersendiri tergantung parameter proses dan juga bahan baku yang digunakan.
Bagaimana untuk melakukan sampling ? pengambilan sample bisa diambil dari Lump keluaran dari die head atau setelah menjdi butiran bentuk Chip ( proses pembentukan Chip akan kami gambarkan dilain artikel ).
Mari kita bahas satu persatu proses analisa properties dari Polyester tersebut :
1. IV ( Intrinsic Viscosity )
    Kenapa harus duji IV nya ? karena nilai IV ada korelasinya dengan Jumlah terbentuknya ikatan ran
    tani molekul dari PET yang mewakili kesempurnaan terjadinya PET    


1.1.       IV ( intrinsic viscosity ) didefinisikan sebagai limit dari rasio antara harga logaritma naturalis dari viscositas relatif larutan pada konsentrasi  polymer tertentu ( C ) terhadap viscositas
          hintr.  =   Lim       ln hrel.
                        C-->0         C
Viscositas relatif dapat juga didefinisikan sebagai perbandingan waktu alir ( flow ) antara larutan polymer terhadap larutan solvent murni.
hrel.   =   h      =   t   
                                      h0          t0
IV dapat dicari dari viscositas relatif dengan menggunakan persamaan Bill Meyer’s :
           hintr.  =    1   x    hrel.  -1  +   3   x  ( ln hrel. )
                          4             C           4             C
Konsentrasi “C” dalam satuan gram / 100 ml.
Dengan metode yang telah ada, viscositas relatif suatu larutan dapat diukur pada konsentrasi  C = 0.5  sampai  0.65  gr / 100 ml.
Satuan yang diganakan untuk IV adalah dL / gr.
Prinsip dasar anilsa :
Sejumlah sample dengan konsentrasi 0.5 % dilarutkan dalam pelarut campuran antara Phenol dan diChlorobenzol atau 1.1.2.2 Tetrachloroethane dengan [erbandingan 69:40, kemudian diukur waktu alir menggunakan pipa kapiler Ubelohde dan dibandingkan waktu alir blanko.
Cara kerja analisa :


1.1.       Persiapan
1.1.1.           Instrumen / alat yang digunakan :
1.1.1.1.         Automatic Viscometer Schott Gerate, dilengkapi dengan :
-        Circulation water bath.
-        Thermosetting temperature.
-        Viscometer rack.
-        Capiler Ubbelohde
1.1.1.2.         Thermometer dengan range 0 - 50 oC.
1.1.1.3.         Hot plate dengan  stirring magnetic.
1.1.1.4.         Erlenmeyer dengan kapasitas 50 ml, dilengkapi dengan stopper.
1.1.1.5.         Automatic buret 25 ml, dengan reservoir..
1.1.1.6.         Magnetic stirrer dari teflon dengan panjang ± 2 cm.

1.1.2.           Chemical yang digunakan :
1.1.2.1.         Phenol analar grade.
1.1.2.2.         1,1,2,2 Tetrachloroethane atau Di Chlorobenzol.
1.1.2.3.         Acetone.
1.1.2.4.         Chloroform.

1.2.       Pelaksanaan
1.2.1.           Menyiapkan Pelarut :
1.2.1.1.         Panaskan kristal phenol di oven pada temperature 60 - 70 oC.
1.2.1.2.         Setelah mencair, isikan 420 ml 1.1.2.2 tetrachloroethane ke dalam 1 Kg phenol. (Rasio 60 : 40  % berat, antara phenol dengan 1.1.2.2 tetrachloroethane). Check density-nya pada temperatur 25 oC harus 1.230 ± 0.002.
1.2.1.3.         Letakkan magnetic stirrer bar dengan panjang ±4 cm ke dalam botol.
1.2.1.4.         Letakkan botol stock larutan di atas stirring magnetic plate, dan aduk sampai didapatkan larutan yang homogen.
1.2.1.5.         Saring larutan tersebut dengan menggunakan corong penyaring.
1.2.1.6.         Masukkan filtrat ke dalam botol “solvent siap pakai”.
1.2.1.7.         Isikan ke dalam botol reservoir yang dilengkapi dengan automatic buret 25 ml.
1.2.1.8.         Aduk larutan menggunakan magnet stirrer sebelum digunakan.

1.2.2.           Analisa Sampel :
1.2.2.1.         Timbang sampel kering sebanyak 0.125 + 0.01 gram dengan menggunakan erlenmeyer 50 ml. Pastikan sebelumnya bahwa timbangan benar-benar bersih dan level air benar-benar tepat di tengah.
1.2.2.2.         Isikan solvent sebanyak 25 ml ke dalam erlenmeyer tersebut.
1.2.2.3.         Masukkan batang pengaduk magnetic dari teflon yang telah dikeringkan dengan panjang ±3 cm ke dalam erlenmeyer.
1.2.2.4.         Set hot plate pada temperature 100 oC + 1 oC.
1.2.2.5.         Letakkan erlenmeyer berisi sampel di atas hot plate.
1.2.2.6.         Panaskan dan aduk selama ± 30 menit atau sampai larut sempurna.
1.2.2.7.         Turunkan sampel dari atas hot plate setelah  sampel larut sempurna.
1.2.2.8.         Dinginkan larutan sampel pada temperature ruangan.
1.2.2.9.         Bilas pipa kapiler Ubbelohde dengan larutan sampel ± 10 ml.
1.2.2.10.     Isikan sisa larutan sampel dalam pipa kapiler Ubbelohde sampai antara tanda batas minimum – maksimum pada bulb bagian bawah.
1.2.2.11.     Masukkan pipa kapiler Ubbelohde tersebut ke dalam rak viscometer, kemudian tempatkan rak tersebut ke dalam IV-bath yang sudah diatur temperaturnya pada 25 oC ± 0.01.
1.2.2.12.     Tekan start pada AVS-350 untuk memulai pengecheckan waktu alir larutan (nilai akan muncul di layar display).
1.2.2.13.     Lakukan juga pengecheckan waktu alir blanko (larutan IV tanpa sampel).
1.2.2.14.     Catat waktu alirnya.
1.2.2.15.     Hitung hrel. dengan melakukan pembagian antara waktu alir larutan sampel ( t1 ) dengan waktu alir solven murni / blanko (t0) :
hrel.   =  t1 / t0
1.2.2.16.     Hitung  IV dengan menggunakan persamaan berikut  :
           hintr.  =    1   x    hrel.  -1  +   3   x  ( ln hrel. )
                          4              C          4             C
C adalah konsentrasi sampel polymer terhadap jumlah pelarut dimana terdiri  dari berat penimbangan sampel dikurangi kandungan TiO2 (Ash) dibagi 25 ml.
2. Moisture Content
    Mengapa harus diuji kandungan Moisture atau kandungan air dalam PET ?
    Moisture dalam PET adalah non kristal karena tidak terbentuk ikatan langsung dalam ikatan rantai PET
    namun akan sangat mengganggu apabila kandungan Moisture dalam PET melampaui batas, sebagaimana
    telah kita ketahui bahwa dalam reaksi dasar pembentukan PET dari PTA dan EG ada sisa reaksi berupa
   air.
    Dan sangat penting apabila dalam PET ( Poly Ethylene Terphtalate terdapat air maka akan menjadiskan
    polyester terdegradasi saat proses pemanasan selanjutnya karena terbentuknya -COOH ( gugus karbok-
    silat ) dan Di Ethylene Glycol  yang mana ini akan mengambil tempat diantara ikatan rantai polymernya.
   Adapun beberapa metode pengujian Moisture dalam PET antara lain :
    1. Dengan system gravimetri
    2. Dengan Coulomtri
    3. Elektrolisa
Kita coba menyajikan satu persatu metode analisa kandungan Air dalam PET tersebut
    1. System Gravimetri
        Dalam system ini prinsip dasarnya adalah menghitung berat yang hilang dari hasil penguapan dan nilai
        dikonversikan dalam Prosen perbandingan berat yang hilang terhadap berat mula-mula dari sampel.
        Adapun cara kerjanya sebagai berikut :
        A. Cara Manual
        1.1 Peralatan
              1.1.1. Oven yang bisa diatur suhunya mencapai 300°C
              1.1.2. Desicator yang dilengkapi dengan silicagel
              1.1.3. Petridisc dia 15 cm
              1.1.4. Timbangan analitik
              1.1.5. Sarung tangan cotton
              1.1.6. Peralatan umum kerja di laboratorium.
        1.2 Cara kerja :
              1.2.1.Petridisc yang bersih dipanaskan dalam oven suhu 110°C selam 30 menit.
              1.2.2.Keluarkan dan masukan ke dalam desicator selama 30 menit.
              1.2.3.Timbang Petridisc sampai berat stabil 
              1.2.4.Timbang ± 5 gram sample PET dan masukan kedalam petridisc ( A )
              1.2.5.Panaskan sample dan petridisc tersebut selama 2 jam  dalam oven pada suhu 110°C
              1.2.6. Keluarkan sample PET kering dan masukan dalam Desicator.
              1.2.7. Diamkan selam 30 menit dalam desicator
              1.2.8. Timbang sample + petridis tersebut ( B )
Hitung % moisture :

               A - B ( gr )
                                              X 100 %
              berat sampel ( gr )

             B. Anlisa Moisture menggunakan Instrument ( Auto counting )
             1.1. Peralatan
                    Menggunakan instrument Moisture balance.
             1.2. Cara kerja
                    1.2.1. Timbang sejumlah sampel  ± 5 gr
                    1.2.2. Masukan sampel PET tersebut dalam pan Moisture balance
                    1.2.3. Lakukan pemrograman dengan dengan memasukan berat sampel dan suhu serta
                             waktu
                    1.2.4. lakukan start kerja Instrument nilai Moisture akan terhitung secara otomatis
                              berdasarka pengurangan nilai berat.


Artikel akan dilanjutkan pada POLYSETER ------ pembuatan Chips ....
           
              


             



             
     


    



MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...