web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Sunday, 5 April 2015

OBAT / MENGHANCURKAN BATU GINJAL DARI KULIT POHON WARU,CARA MENYIMPAN SEPATU KULIT YANG BENAR



        CARA MENYIMPAN SEPATU KULIT YANG BENAR

Sepatu kulit apabila tidak dipakai kemudian disimpan dengan cara dibungkus plastik, justru akan cepat rusak, karena udara yang sebenarnya mengandung air tidak bisa keluar sehingga membuat sepatu berjamur dan cepat rusak.
Adapun cara yang baik adalah :
1. Sebelum disimpan semir terlbih dahulu sepatu tersebut samapai mengkilat
2. Kemudian bungkus sepetu dengan kertas koran yang kering dan simpan ditempat yang
   kering.


  OBAT / MENGHANCURKAN BATU GINJAL DARI KULIT POHON WARU

Bagi orang kota mungkin tidak mngenal apa itu pohon Waru, akan tetapi kalau di desa-desa umumnya masih ada walupun jumlahnya tidak banyak, dan ternyata kulit pohon waru sangat mujarab untuk pengobatan atau menghancurkan batu Ginjal, jadi yang mempunyai penyakit ginjal silahkan mencoba, adapun pengguanaanya adalah :
1. Ambilah kulit pohon waru 2 genggam atau secukupnya.
2. Masukan dalam panci dan rebus dengan 1 liter air bersih
3. Biarkan mendidih sehingga airnya tinggal setengah liter.
4. Dinginkan dan saringlah rebusan tersebut minumlah sedikit demi sedikit sampai habis
5. Lakukan ini berkali-kali sampai batu ginjal hancur dan keluar bersamaan dengan air
   kencing.

Cari ini sangat murah, mujarab dan tanpa efek samping.

PROSES PEMBUATAN POLYESTER SKALA INDUSTRI ( PTA PASTA/ SLURRY , CATALYST, ADDITIVE)



PROSES PEMBUATAN POLYESTER SKALA INDUSTRI
( PTA PASTA/ SLURRY , CATALYST, ADDITIVE)


1. PERSIAPAN
   1.1.Pembuatan PTA/MEG Slurry ( Pasta )

      PTA/MEG slurry ( Pasta ) merupakan campuran antara PTA ( Para Terepthalic
      Acid ) dengan Mono Ethylene Glycol yang merupakan bahan baku utama untuk
      Proses pembuatan Polyester.
      Adapun campuran dibuat berdasarkan perbandingan rasio berat molekul dari ke
      dua bahan tersebut yang biasanya dengan rasio 1 : 2.
      Dengan prinsip perhitungan

      MR = Mol MEG / Mol PTA

    ( Berat MEG/Berat Molekul MEG ) / ( Berat PTA/Berat Molekul PTA )

Proses pembuatan slurry dilakukan pada tangki dengan volume tertentu, dengan
System agitasi, kurun waktu tertentu sehingga didapatkan campuran yang benar-
benar homogen, awalnya berdasarkan perhitungan,PTA ditransfer dari Silo tank
PTA dengan menggunakan daya dorong gas Nitrogen, dan MEG ditransfer dari
storage tank MEG dan MEG dari hasil recovery,dengan menggunakan
daya dorong dari pompa, setelah pencampuran sempurna, slurry di transfer ke
tanki persiapan

Dalam pembuatan slurry perlu dilakukan pengujian kandungan
atau konsentrasi dari PTA dalam slurry tersebut dan prinsip dasar pengujianya
adalah ditimbang sejumlah sample slurry dalam erlenmeyer kemudian di tambah
kan pyridine dan tambahkan air destilasi, dan diaduk sampai larut sempurna,tam-
bah indikator Phenolphthalein 1 %, kemudian dititrasi menggunakan NaOH( So-
dium Hydroxide ) 0.5 N sampai terjadi perubahan warna pink selama 30 detik.

Dalam tangki ini mulai diinjeksikan katalist biasanya yang digunakan adalah
Antimony Tri Oxide ( Sb2O3 ) atau bisa juga Antimony Tri Acetate, dan konsen-
trasi katalis yang ditambahkan kisaran 200 - 300 ppm Sb dari jumlah produksi.

Apabila menghendaki hasil produk Polyester co Polymer biasa dalam proses
Ada penambahan Iso Phthalic Acid ( IPA ) dengan jumlah sebanding dengan
konsentrasi PTA.

Apabila Polyester ( PET ) diinginkan untuk pembuatan Botol Grade ( botol ke-
masan minuman ) pada proses pembuatan slurry ini ditambahkan toner atau es-
tofil dengan warna sesuai yang diinginkan, namun sering juga warna dikombi-
nasikan, adapun konsentrasi biasanya sekitar 5 -15 ppm tergantung hasil riset
dan warna yang dihasilkan dari percobaan tersebut.



1.2 Pembuatan larutan katalis.

   Pada dasarnya pembuatan Polyester hanyalah mereaksikan antara PTA (Para
   Terephthalic Acid/Asam Terphthalat ) dengan MEG ( Mono Ethylene Glycol )
                        dengan bantuan panas, akan tetapi reaksi akan sangat berjalan lambat sehingga
                        membutuhkan waktu yang cukup lama ( dari hasil riset saya pribadi untuk pem-
bentukan monomer dengan jumlah hanya 1 kg saja sampai memerlukan waktu
Selam 48 jam ) tetntunya ini sangatlah tidak efektif bila untuk skala industri,
Maka dari itu untuk mempercepat reaksi diproses esterifikasi diperlukan senya-
wa pemercepat reaksi yang bias disebut katalis.
Adapun untuk katalis yang biasa di gunakan Antimoni Tri Oxide ( Sb2O3 ) atau
Antimoni Tri Acetate ( Sb (CH3COO)3 )
karena bahan tersebut mudah didapat dan memiliki nilai ekonomis, walaupun
sebenarnya banyak bahan-bahan katalis yang yang bisa digunakan untuk pro-
ses pembuatan Polyester.
Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa katalis bisa langsung diinjeksikan ke
dalam proses pembuatan PTA/MEG slurry, dengan perhitungan kisaran 200-300
ppm, adapun pembuatanya adalah sangat sederhana yaitu bahan katalis dicam-
pur dengan MEG ( baik MEG original atau hasil recovery )  pada tanki penga-
dukan., larutan katalis harus kita uji kandungan Antimoninya ( Sb ) sebelum digu
nakan, sedangkan prinsip dasar pengujianya adalah dengan larutan katalis dicam-
pur dengan asam sulfat dalam labu takar, kemudian diencerkan dengan air destila
si, dari larutan ini diambil sampel dan direaksikan dengan Larutan Potasium Io -
dide maka akan terbentuk warna kuning larutan komplex Iodine Asam Antimoni
( H SbI4 ) dan larutan ini diukur dengan Spectrophotometer pada panjang gelom-
bang dari 300 sampai 460 nm, kemudian hasilnya diplotkan kurva kalibrasi dari
pengukuran absorbance dari larutan standar yang telah dikethui kandungan Anti-
moninya.

1.3. Pembuatan Asam Phosphate

Dalam reaksi dengan bantuan katalis karena adanya reaksi menjadi cepat maka
perlu dikontrol agar dalam proses reaksi pembentukan monomer pada proses es
terifikasi tidak berkepanjangan, untuk menghentikan reaksi diperlukan inhibitor
adapun inhibitor yang dipakai adalah phospate ( PO4 ) yang biasa di pakai ada-
lah Asam Phosphate atau juga bisa Tri Methyl Phospate, tentunya juga perlu di -
perhitungkan agar justru bisa menggagalkan terjadinya reaksi, dan nilainya ber-
kisar antara 5- 15 ppm dalam proses, adapun cara pembuatanya inhibitor dila -
rutkan dengan MEG murni maupuan dari MEG hasil recovery, dalam tangki.




1.4. Pembuatan Titanium Dioxide ( TiO2 ) Slurry

Ada bermacam-macam type Polyester diantaranya, Bright, Super Bright, Semi-
dull, Dull, semua tergantung dari kebutuhan pasar, untuk masing-masing type
akan kami jelaskan dimateri selanjutnya, disini kita bahas tentang penambahan
Titanium dioxide yang dimaksud adalah untuk membuat Polyester type semidull
atau Dull, yang mana dengan penambahan kandungan Titanium Dioxide dengan
tujuan untuk mempermudah penyerapan warna pada proses pencelupan (Dyeing)
apabila Polyester tersebut digunakan sebagai Textile Grade. ( pembuatan benang
menjadi kain ).Adapun untuk jenis Semidull kandungan TiO2 dalam proses kisa-
Saran 0.30 - 0.35 % sedangnkan dalam Polyester type Dull kandungan Ti02 kisa-
Ran 0.50 - 0.60 %.
Adapun TiO2 slurry sebelum digunakan juga harus diuji konsentrasinya dan prin
Pengujian sangatlah sederhana yaitu slurry yang sudah dibuat diambila sampel
dimasukan dalam cawan platinum kemudian diuapkan kemudian pada suhu
800ºC selama 1 jam dan kadar abunya ditimbang, dari data ini juga bisa untuk
mengetahui nilai densitynya.
Disamping itu TiO2 Slurry juga diuji Filterability yaitu kemampuan larutan ini
menembus filter dengan mesh tertentu, adapun filter yang dipakai untuk menguji
merupakan Filter yang terbuat dari stainless Steel dan tersusun atas 3 lapisan ya-
Itu lembaran dengan mesh 325 x 2300 Mesh, disupport lembaran 0.55x0.30mm
Juga dilindungi lembaran 0.26x0.165 mm.dan prinsip pengujianya adalah TiO2
Slurry dengan jumlah tertentu dilewatkan filter tersebut sambil disedot memakai
Pompa Vakum.

1.5            Zat tambahan berupa Cationic dyeable

Karena teknologi Polyester berkembang secara dinamis,ada proses pengemba-
ngan penambahan additive atau bahan-bahan lain yang bertujuan untuk meng-
hasilkan produk bervariasi, misalnya menginginkan produk benang yang mampu
menyerap zat warna Cationic ( Cationic Dyeable Polyester ) maka dalam proses
perlu tambahan bahan kimia yang disebut Sodium 3.5 Bis ( β-Hydroxy Ethoxy
Carbonyl ) - benzene Sulfonate, biasanya senyawa kimia ini terdapat senilai 40%
Dicampurkan dalam Etnylene Glycol.
Bahan ini kalau untuk Cationic Dyeable Polyester secara umum sejumlah 2.5mol
% PTA sedangkan Cationic Dyeable Polyester anti pilling sekitar 3.0 - 3.5 mol
% PTA dan Easily Dyeable ( Polyester / Wool dll ) sekitar 4.5 - 5.5 mol % PTA



            


Materi akan berlanjut mengenai proses Esterifikasi.......... Ikuti terus.

MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...