web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Tuesday, 21 July 2015

FENOMENA LEBARAN DALAM MERAYAKAN IDUL FITRI



FENOMENA LEBARAN DALAM MERAYAKAN IDUL FITRI

Bagi orang Islam yang beriman dan bertaqwa dengan sungguh-sungguh menjalankan perintah Allah untuk  menjalankan  Ibadah  puasa   Ramadhan 1 bulan penuh ( bisa  29  atau  30 hari tergantung  keberadaan  hilal dan hisaban )  perjuangan selama 1 bulan untuk menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu menjadikan perjuangan yang amat berat dan panjang, tetap dilakukan demi meraih surganya Allah, dan terhindar dari siksaan Allah di hari akhir nanti.
Tak jarang yang tidak kuat menjalankan ibadah puasa ini walaupun dalam KTP kolom agama tertulis Islam, sehingga kita sering menjumpai dipinggir-pinggir jalan banyak warung makan masih  melakukan  aktifitas  sebagaimana  hari-hari biasa, dan  tidak sedikit pula disiang hari orang-orang dewasa makan di warung-warung tersebut tanpa merasa rikuh walaupun mereka mengetahui bahwa bulan tersebut adalah bulan Ramadhan.
Kita  semua  berasumsi bahwa  Indonesia  adalah  negara  dengan pendunduk beragam Islam terbesar di Dunia, namun hal ini sebenarnya menurut pengamatan kami tidaklah selalu benar, mungkin  data  statistik  di pemerintahan  memang  terdaftar  banyak  yang  beragama Islam, namun  menurut  realita, bahwa  sebenarnya  di Indonesia  ini  sangatlah majemuk sangatlah heterogen  dengan  bermacam-macam  kepercayaan,  ada Islam,  Islam  abangan,  Aliran kepercayaan, Hindu, Budha,Kejawen, dan tidak sedikit juga yang tidak punya agama atau malah tidak percaya dengan adanya Tuhan.
Puasa  Ramadhan  telah berlalu, seolah-olah  perjuangan  selama 1 bulan tertuntaskan sudah, sehingga disaat pemerintah menentukan hilal akan datangnya tanggal 1 syawal sontak semua bergembira, bersuka ria, semua disambut dengan penuh persiapan, seakan-akan hari raya Idul Fitri merupakan hal yang sangat istimewa, tak terkecuali bagi seluruha rakyat Indonesia dari segala macam kepercayaan dan agama tumpah ruah untuk merayakannya, dan sudah menjadi budaya,  sehingga  hingar  bingar  perayaan  tersebut dimeriahkan dengan segala macam cara, ada  yang  berduyun-duyun  mudik  ke kampung  halaman menempuh jarak ribuan kilometer, menjadikan  jalanan  macet,  dengan   perjuangan yang berat namun penuh semangat dan tak sedikit  justru  sangking  semangatnya  menjadi  korban  kecelakaan,   semua  demi  bertemu dengan  sanak  saudara  dan  handai taulan, seolah-olah mereka semua telah mencapai sebuah kemenangan  dari  peperangan  yang  sangat  besar,  ini  tak  terkecualai o rang-orang  yang sebenarnya tidak pernah menjalankan ibadah puasa.
Dalam  menyambut  hari raya Idul Fitri semua telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, suatu hal yang sangat naif dalam mempersiapkan perayaan tersebut karena kepepet akan kebutuhan dan  biaya  yang diperlukan ada juga yang tadinya tidak ada niatan jadi penjahat, justru malah melakukan  tindak  kejahatan dengan  merampok, bahkan sampai membunuh korbanya hanya dengan  dalih  untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran, kalau hal seperti ini terus apa makna dari Lebaran itu sendiri ?
Sebaiknya  kita  menyikapi  lebih arif  tentang perayaan idul Fitri sehingga tidak mengurangi makna  dan  perintah  dari Allah  dan  Rosululloh,  kadang  orang  justru  kebablasan  dalam memaknai Idul Fitri.
Post a Comment

MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...