web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Thursday, 28 May 2015

BERAS PLASTIK, MENGETAHUI SECARA AWAM DAN SECARA LABORATORIUM



BERAS PLASTIK APA BERAS BERCAMPUR PLASTIK SEHINGGA MENGALAHKAN BEGAL ?
( Bagaimana cara mengetahui secara awam dan secara Laboratorium )

Walaupun berita tentang beras terbuat dari bahan plastik sudah ada pada tahun 2011 di negeri tirai bambu, namun baru marak di Indonesia di wilayah Jabotabek akhir-akhir ini sekitar dua minggu lalu, namun berita ini sangat membuat gempar masyarakat, bahkan mebuat Ibu-Ibu rumah tangga, pedagang, tukang bubur, tukang nasi uduk dan warung-warung ketar-ketir, kuatir dan was-was jangan-jangan beras yang mereka beli benar-benar beras plastik, tentunya ini akan sangat berpengaruh terhadap perputaran roda ekonomi, karena beras merupakan bahan pokok makanan rakyat Indonesia.
Sebenarnya bagaimana koq ada istilah beras plastik ? apa itu plastik ? dan bagimana kalau termakan ? dari informasi-informasi temuan yang awalnya ditemukan oleh tukang bubur koq buburnya tidak seperti biasanya, dan tukang pembuat nasi uduk koq saat memasak nasinya berair trus timbuk kecuriagaan yang akhirnya menjadikan ramai.
Yang jelas plastik tidak boleh samapai kemakan dan masuk ke dalam tubuh manusia sekecil apapun,karena plastik adalah barang yang tidak bisa di cerna oleh pencernaan, belum lagi plasti pada kondisi suhu tertentu akan mengeluarkan bahan kimia berbahaya penyebab kanker ( karsinogen ) misalnya Acetaldehyde dll.
Plastik adalah merupakan senyawa polymer yang mempunyai karekteristik bersifat thermoplastik dimana bisa dirubah dalam bentuk apapun.
Ada bermacam-macam jenis plastik antara lain PET ( Pelyethylene Terephtalate ), PBT ( Poly Buthyl Terepthalate ) PVC ( Polyvinil Chloride ), PP ( Poly Propelyne ), PE ( Poly Ethylene ) dll kita tidak akan membahas terlalu jauh tentang jenis-jenis plastik ini, kita kembali masalah beras plastik, yang awal dari kecurigaan maka dilakukan anlysa oleh beberapa lembaga laboratorium yang tentunya kredibel dan telah diakui standart Ujinya.
Dari berita-berita yang muncul hasil anilisa salah satu Lembaga menemukan campuran senyawa kimia sejenis plastik bahan pembuat pipa pralon yang terkenal dengan sebutan PVC ( Polyvinil Chloride ) walaupun kadarnya kisaran 6-7 %, ada dalam sampel beras yang telah diambil.
Untuk menghilangkan was-was dan mengetahui beras itu dari plastik atau asli sebanrnya bisa dilakukan secara awam maupun denagn teliti melalui laboratorium, adapaun secara awam kita bisa membandingkan dan mengetahui ciri-ciri dari beras misalnya kalau beras asli pasti ada sebagian bintik putih lebih keruh pada badan bijih beras, sedangkan kalau plastik warna akan sam rata, kalau beras asli digigit akan pecah dan lebih empuk, kalau beras palstik agak sedikit liat, kalau beras asli permukaan agak keruh, tapi kalau beras plastik agak mengkilat, kalau beras asli dibakar akan bau beras gosong tidak meleleh, sementara kalau beras plastik dibakar meleleh dan bau plastik terbakar yang khas, kalau beras asli dalam air akan mengendap di bawah kalau beras plastik akan sedikit mengambang, saat dimasak beras asli tidak mengalami pengerutan sebentar sedangkan beras dari plastik pada suhu sekitar 70ºC akan sedikit mengerut ( karena mempunyai nilai glas transisi ) baru akan mengembang dalam proses pemanasan selanjutnya.
Adapun pengujian secara laboratorium ada beberapa macam metode antara lain menggunakan Screening System Infrared dan menggunakan system berdasarkan titik leleh ( Melting point ) menggunakan alat namanya DSC ( Differential Scanning Colorimeter ), karena plastik mempunyai tetik leleh yang berbedda-beda dan sangat karekteristik ,misal PVC mempunyai glas transisi 70 - 80ºC dan titik leleh kisaran 212ºC, ini hanya bisa dilakuakn treas menggunakan Instrument DSC, yanga mana disaat materi dilakukan scanning akan muncul peak ( puncak ) pada suhu glass transisi dan pada sushu pelelehan, sedangkan apabila menggunakan system scanning ifrared karena jenis intrument ini sangat sensitif oleh pengaruh-pengaruh senyawa lain, maka akan lebih akurat bila menggunakan instrument DSC.
Kenapa ada satu lembaga berbeda hasil dengan lembaga-lembaga lain ? ini mungkin adanya perbedaan metode dan Instrument yang dilakukan utnuk menguji materi tersebut.

Untuk itu marilah kita lebih teliti apa-apa yang akan kita makan agar kita terhindar dari penyakit aneh-aneh yang kadang tidak kita sadari.
Post a Comment

MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...