web gratis

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Tuesday, 28 April 2015

MEMBUAT LARUTAN STNDART YANG BERSIFAT HGROSKOPIS DAN STANDARISASINYA



MEMBUAT LARUTAN STNDART YANG BERSIFAT HGROSKOPIS DAN STANDARISASINYA
Untuk membuat larutan standart titer 0.1 N dengan tepat dari zat-zat yang bersifat Higroskopis, tidaklah mudah dang memerlukan waktu agak lama.
Jika konsentrasi dari larutan titer yang dibuat sudah mendekati larutan yang dimaksud makalarutan titer tersebut sudah boleh dipakai, asal perbandingan larutan titer dengan larutan yang dikehendaki diketahui angka perbandinganya ( angka Faktor )
STANDARISASI ( Mencari Normalitas Larutan standard )
·         BASA
± 0.1 N NaOH
Prinsip : larutan basa yang beum tepat Normailtasnya distandarisasi terhadap :
1.      Larutan tepat 0.1 N Zat baku p.a
2.      1.5 – 4 mgrek Zat baku p.a
3.      Larutan asam dengan Normalitas yang sudah diketahui.
TeknikTitrasi.
1.      Terhadap larutan tepat 0.1 N asam oksalat ( C2H2O4 . 2H2O )
-          Timbang 0.63 gr Asam Oksalat dengan teliti dan tepat, masukan secara kwantitatif ke dalam Labu takar 100 ml, larutkan dengan air suling ( Aquadest ) setelah larut tambahkan air suling sampai tepat tanda batas.
-          Ambil 10 ml dari larutan tersebut masukan dalam Erlenmeyer, tambahkan air suling sebanyak 25 ml dan indikataor PP ( PhenolPhtalien ) kemudian titrasi terhadap larutan standar NaOH 0.1 N tersebut sampai terjadi perubahan warna menjdi pink ( merah jambu )cata Volume larutan NaOH yang diperlukan  dan hitung nilai Normalitas NaOH.

2.      Terhadap 1.5 – 4 mgrek Asam Oksalat.
-          Timbang dengan teliti dan tepat Asam Oksalat ( C2H2O4 . 2H2O ) p.a sejumlah 110-250 gr masukan ke dalam Erlenmeyer dan tambahkan 50 ml Air Suling ( Aquadest ) dan teteskan Indikator PP, kemudian titrasi NaOH 0.1 N tersebut sampai terjadi perubahan warna menjadi pink ( merah jambu ) catat volume larutan NaOH yang diperlukan dan hitung Normalitasnya.

3.      Terhadap larutan HCl dengan Normalitas yang sudah diketahui.
Ambil 25 ml larutan HCl yang sudah diketahui Normalitasnya dan tambahkan 25 ml Air Suling ( Aquadest ) tambahkan beberapa tetes Indikator PP,kemudian titrasi dengan larutan NaOH 0.1 N tersebut, catat volume larutan NaOH yang diperlukan dan hitung Normalitasnya.

·         ASAM

STANDARISASI LARUTAN HCL 0.1 N

1.      Terhadap 0.1 N Na2CO3 p.a
Timbang dengan teliti dan tepat 0.53 gr Na2CO3 p.a masukan ke dalam labu takar 1000 ml yang telah diisi Air Suling ( Aquadest ) larutkan hingga larut sempurna dan tambahkan air suling sampai tanda batas volume.
Dari Larutan tersebut diambil sejumlah 10 ml, masukan ke dalam Erlenmeyer dan tambahkan air suling 25 ml, tambahkan indikator Methyl Jingga ( Methyl Orange ) kemudian titrasi dengan larutan HCl tersebut samapi terjadi perubhan warna, catat volume HCl yang diperlukan dan hitung Normalitas HCl dengan rumus V1.N1 = V2.N2

2.      Terhadap 1.5 – 4 mgrek Natrium Tetra Borax ( Na2B4O7. 10 H2O )
Timbang dengan teliti Natrium Tetra Borax p.a sejumlah 300 – 700 gr, masukan ke dalam Erlenmeyer dan tambahkan 50 ml Air suling goyang-goyang sampai larut, tambahkan Indikator Methyl Jingga, titrasi dengan larutan HCl 0.1 N tersebut sampai terjadi perubahan waan cata volume HCl yang digunakan dan hitung Normalitasnya.

3.      Terhadap Larutan standarta NaOH yang sudah diketahui Normalitasnya dengan pasti.
Ambil10 ml tepat dengan pipet Gondok dari Larutan HCl 0.1N tersebut, masuka ke dalam Erlenmeyer dan tambahkan 25 ml Air Suling, dan tambahkan Indikator PP kemudian titrasi dengan larutan NaOH yang sudah diketahui Normalitasnya sampai terjadi perubahan warna,  catat volume yang digunakan dan hitung Normalitas HCl.

CARA PEMBUATAN LARUTAN STANDART.
·         0.1 N NaOH
Timbang 1/10 x BM NaOH p.a masukan dalam labu takar 1000 ml,tambahkan air suling, kira-kira 800 ml,larutkan, setelah larut semua tambahkan air suling sampai batas tanda Volume,akan tetapi karena NaOH sangat terpengaruh oleh udara , maka suka tiombul endapan putih,dan karena sifat Higroskopis, maka dalam pembuatan diberi kelebihan 5 %, dari jumlah berat perhitungan, diamkan selam 1 malam dan disaring dan diamabillarutan yang jernih.
·         0.1 N HCl
HCl dalam perdagangan ada 3 macam :
1.      Acidum Hidrochlorikum Fiemons
BJ = 1.195 , ± 38% b/b,     = 12.4 N
2.      Acidum Hidroclorikum
BJ = 1.27 , ± 25% b/b      = 7.7 N

3.      Acidum Hidrochlorikum
BJ = 1.07, ± 14% b/b     = 4 N

Untuk pembuatan larutan standart 0.1 N tinggal dengan teori pengenceran
Rumus V1 x N1 = V2 x N2


Post a Comment

MACAM-MACAM MANFAAT LILIN

TERNYATA LILIN BANYAK SEAKALI MANFAATNYA Hampir setiap orang mengenal lilin, yang terbuat dari parafin, dengan warna dasr adalah putih, ...